versi cetak treking arum jeram di toraja  

Treking Arung, Jeram di Toraja

Budaya Toraja | Treking | Arung Jeram


Menyimak Budaya Tana Toraja

Tongkonan


Beginilah cara Orang Toraja menamakan rumah tradisional mereka: Tongkonan (yang secara harfiah berarti “duduk”). Saat tiba di Toraja (melalui jalur darat), sebuah Tongkonan besar menunggu dan menyapa siapa saja yang melewati “gerbang utama” Toraja. Rumah-rumah Tongkonan selalu menghadap ke utara dan atapnya terlihat seperti lekuk dan menyerupai bentuk kapal.

Tongkonan juga dihiasi dengan tanduk dari kerbau air yang biasanya digantung di depan dinding (semua dindingnya terbuat dari kayu). Beberapa dinding Tongkonan dihiasi dengan pola indah yang diukir dan dicat, yang biasanya dicat dengan menggunakan warna kuning, putih, hitam, dan merah, sedang beberapa Tongkonan lainnya tidak didekorasi sama sekali (umumnya merupakan milik orang biasa). Pahatan di dinding Tongkonan menjelaskan status sosial dari pemiliknya.

Ada beberapa “Tongkonan”, satu digunakan sebagai tempat untuk menyimpan lumbung padi (Tongkonan lebih kecil yang biasanya dibangun di depan rumah), satunya lagi sebagai tempat tinggal, dan lainnya lagi untuk rapat keluarga atau menyimpan mayat anggota keluarga sebelum melakukan upacara pemakaman tradisional.

Tongkonan yang digunakan untuk tempat tinggal biasanya terdiri dari beberapa kamar. Kamar pertama, yang terletak di depan disebut “Tangado”, yang merupakan kamar untuk anak-anak; kamar tengah yang berfungsi sebagai ruang tamu dan dapur disebut “Sali” dan yang berada di belakang rumah disebut “Sumbung”, yang merupakan kamar orang tua.

Batu-batu Makam

Hampir semua batu-batu besar di setiap desa yang dilewati pengunjung selama perjalanan digunakan oleh penduduk lokal sebagai makam. Lo’komata merupakan batu makam terbesar yang ditemui di Tana Toraja. Klik “Tempat Menarik” untuk informasi lebih lanjut mengenai Lo’komata dan batu-batu kubur lainnya.

Treking

Masalah transportasi, seperti kesulitan untuk mencapai beberapa tempat menarik dikarenakan oleh kondisi jalan, menjadikan trekking sebagai pilihan baik untuk berkeliling, terutama bagi mereka yang menyukai petualangan. Udara segar, pemandangan sawah yang indah, rumah-rumah tradisional Tongkonan, makam ala Toraja, pemandangan menakjubkan dari gunung-gunung dan salam hangat dari penduduk setempat merupakan hal yang bisa menjadi kenangan tak terlupakan bagi pengunjung.

Namun, direkomendasikan untuk memiliki pemandu saat trekking. Anda dapat mengatur rute trekking yang dikenal, baik jauh maupun dekat, dengan pusat informasi pariwisata yang tersedia di Rantepao atau agen perjalanan di Bandar Udara Hasanudin di Makassar. Klik pada “Layanan Informasi Pariwisata” atau “Transportasi” untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Beberapa rute trekking utama menyediakan pilihan akomodasi, seperti di Bittuang, Batutumonga atau Pangalla. Namun, selalu ada kemungkinan untuk tinggal bersama dengan penduduk lokal di rumah mereka dengan harga yang cukup terjangkau, terutama untuk mereka yang memilih rute trekking di daerah-daerah terpencil.

Arung Jeram

Sungai Sa’adan dan Ma’iting yang mengalir melalui Tana Toraja, memiliki beberapa titik ideal untuk arung jeram. Paket arung jeram dapat diatur di beberapa layanan informasi pariwisata di Rantepao.

Silakan klik di sini untuk informasi lebih jauh mengenai layanan informasi pariwisata.





Komentar Anda:


Nama:

date

Komentar:

0 komentar

Isi komentar adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Anda sebagai pengirim komentar harus membaca dan sepenuhnya menyetujui Syarat dan Ketentuan Komentar Anda (klik disini), Syarat dan Ketentuan (klik disini) serta Kebijakan Privasi (klik disini) JoTravelGuide.com.



Kembali ke atas