Tempat Wisata Populer Di Sisi Timur Phnom Penh

Monumen Persahabatan Kamboja-Vietnam | Monumen Kemerdekaan |
Museum Nasional Kamboja | Tepi Sungai (Riverfront) | Istana Kerajaan | Wat Botum




Monumen Persahabatan Kamboja-Vietnam

Monumen ini dibangun pada akhir tahun 1970 setelah Kamboja bersama dengan angkatan perang Vietnam digulingkan Pol Pot dan kekuasaan brutal Khmer Merah di Kamboja.

Klik foto Monumen Persahabatan Kamboja-Vietnam sebelah kiri untuk tampilan yang lebih besar.

Meskipun monumen ini dibuat untuk mengenang kembali hubungan persahabatan yang baru terjalin antara Kamboja dengan Vietnam, namun sejarah Kamboja mencatat bahwa hubungan mereka telah berlangsung sejak beberapa abad lalu, ketika Raja Khmer Jayjetta II menikah dengan putri Vietnam pada awal tahun 1600-an. Berkat pernikahan ini, Raja Jayjetta II mendapat dukungan dari Vietnam untuk melawan Kerajaan Siamese (sekarang Thailand), yang telah menyerang Kerajaan Khmer.


Lokasi:tepat di seberang Wat Botum atau sebelah selatan Istana Kerajaan, di sepanjang Sothearos Blvd
Cara menuju ke sana:dengan berjalan kaki dari Wat Botum, Istana Kerajaan, area Tepi Sungai (Riverfront) atau Monumen Kemerdekaan.

Monumen Kemerdekaan

Monumen berbentuk bunga teratai raksasa berwarna coklat ini dibangun oleh arsitek lokal di akhir tahun 1950 untuk mengenang kemerdekaan Kamboja dari penjajahan Perancis pada November 1953. Monumen ini terlihat begitu indah pada malam hari karena cahaya lampu yang meneranginya.

Klik foto Monumen Kemerdekaan di sebelah kanan untuk tampilan yang lebih besar.


Lokasi:persimpangan antara Norodom Blvd dan Sihanouk Blvd
Cara menuju ke sana:berjalan sebentar dari Wat Botum, Istana Kerajaan atau daerah Tepi Sungai (Riverfront)
Keterangan:biasanya wisatawan mengambil foto dari jarak jauh karena agak sulit untuk menyeberangi jalan besar di sekitar monumen.

Museum Nasional Kamboja

Museum ini dirancang oleh sejarawan Perancis, George Groslier dengan gaya tradisional Khmer. Setelah 3 tahun pembangunan, pada April 1920 museum ini diresmikan oleh H.M. King Sisowath bersama dengan François-Marius Baudoin, perwakilan Perancis di Kamboja, dan George Groslier sendiri.

Sekarang Museum Nasional yang berwarna tanah merah ini memajang koleksi dari artefak Khmer dan beberapa diantaranya telah berusia lebih dari 1.000 tahun. Ada sekitar 1.900 benda yang dipamerkan dan sekitar 15.000 benda yang disimpan. Selain artefak dari batu, seperti patung batu pasir wanita Devi yang diyakini berusia lebih dari 1.000 tahun, museum ini juga memajang benda-benda bersejarah yang terbuat dari perunggu, keramik, perhiasan kuno, sutra, dan kayu.

Karena menjaga struktur asli bangunan seperti saat dibangun beberapa tahun lalu, museum ini tidak memiliki penyejuk udara sehingga akan terasa cukup panas selama musim kemarau. (Klik di sini untuk mengetahui Iiklim di Kamboja).

Klik foto di atas untuk menampilkan beberapa foto Foto Museum Nasional Kamboja yang lebih besar.


Lokasi:St. 13, antara St. 178 dan St. 184
Telepon:+855 23 211753
Fax:+855 23 621522
Website:www.cambodiamuseum.info
Email:museum_cam@camnet.com.kh
Jam operasional:setiap hari, pk. 8.00-17.00 (tutup saat jam makan siang)
Biaya masuk:US$ 3 untuk wisatawan asing
Fasilitas:toilet, toko cinderamata
Cara menuju ke sana:berjalanan sebentar dari Istana Kerajaan dan area Tepi Sungai ( Riverfront )
Keterangan:tidak diizinkan mengambil foto di dalam museum.

Tepi Sungai (Riverfront)

Meskipun saat ini masih ada beberapa pembangunan yang masih dilakukan, daerah di sepanjang jalan utama Sisowath Quay ini masih menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Istana Kerajaan terletak di satu sisi Riverfront, sementara di sisi lainnya terdapat banyak restoran, hotel, kafe, dan sebagainya. Pelabuhan kapal feri juga terletak di jalan ini, di mana pengunjung dapat naik kapal di sepanjang sungai Tonle Sap dan Sungai Mekong, begitu pula ke beberapa kota lain. Informasi lebih lengkap tentang naik kapal di sepanjang Sungai Mekong di Phnom Penh, Kamboja.

Riverfront/Tepi Sungai merupakan daya tarik utama bagi wisatawan asing. Terletak sekitar 1,5 kilometer dari komplek Istana Kerajaan di sebelah selatan pelabuhan kapal ferry Phnom Penh, yang terletak di bagian utara Sisowath Quay.

Klik foto di atas untuk beberapa tampilan foto Riverfront yang lebih besar.


Lokasi:sepanjang Sisowath Quay
Cara menuju ke sana:berjalan sebentar dari Istana Kerajaan, Pasar Sentral atau Wat Phnom
Keterangan:penduduk setempat menyarankan wisatawan asing untuk tidak berjalan sendirian di sepanjang Riverfront (area pinggir sungai) setelah kira-kira pk. 22:00, terutama di daerah yang gelap.

Istana Kerajaan

Dibangun pertama kali pada tahun 1860, istana ini merupakan salah satu daya tarik utama wisatawan di kota. Dengan ukuran panjang 453 meter dan lebar 421 meter, tempat ini juga menjadi kediaman resmi Raja Kamboja saat ini, Raja Norodom Sihamoni.

Istana ini terdiri dari banyak gedung di dalamnya. Karena tempat ini masih merupakan kediaman resmi raja saat ini, ada beberapa gedung dan area tertentu yang ditutup untuk umum. Di bawah ini adalah beberapa gedung dan area yang dibuka untuk umum:

Preah Tineang Tevea Vinichhay (Throne Hall)

Tempat ini dibangun pada tahun 1917, pada masa H.M. King Sisowath, dan merupakan bangunan terbesar di istana dengan ukuran panjang 60 meter dan lebar 30 meter. Biasanya bangunan ini adalah bangunan pertama yang dikunjungi saat tur istana. Bangunan ini juga mudah dikenali dengan relief-empat-mukanya yang menunjuk pada titik mata angin di atas atap.

Sekarang tempat ini digunakan oleh Raja Norodom Sihamoni untuk upacara penobatan raja dan penyambutan duta besar asing atau utusan untuk tujuan resmi lainnya.

Ada beberapa hadiah resmi dari negara asing yang disimpan di bangunan ini, seperti lampu kristal dari Perancis dan satu karpet besar dari Cina.

Tidak diizinkan mengambil foto di dalam Throne Hall.

Ho Preah Khan (Samritvimean)

Bangunan ini dibangun pada tahun 1915 dan terletak tepat di sebelah Throne Hall. Bangunan ini digunakan untuk menyimpan simbol-simbol kebesaraan Kerajaan Kamboja dan barang-barang lainnya, seperti sepatu emas dan perhiasan.

Tidak diizinkan mengambil foto di dalam gedung ini.

Paviliun Napoleon III

Bangunan ini didonasikan oleh Napoleon III pada tahun 1876. Awalnya bangunan ini digunakan oleh Perancis untuk meresmikan kanal Suez pada tahun 1869. Bangunan ini pun kemudian dibongkar dan dikirim ke Kamboja.

Bangunan ini berlokasi di sebelah selatan Ho Preah Khan.

Klik foto-foto di atas untuk menampilkan beberapa foto di Istana Kerajaan Kamboja.

Pagoda Emerald (Pagoda Perak)

Pagoda ini sering disebut dengan Pagoda Perak karena ubin peraknya yang berusia lebih dari 20 tahun ini. Selain itu, nama Pagoda Emerald juga disematkan ke pagoda ini karena terdapat patung Budha emerald kecil yang disimpan di dalamnya.

Ada lebih dari 5.000 ubin perak yang masing-masing memiliki berat 1,5 kg dengan ukuran 20 cm serta lebih dari 9.000 berlian dan marmer Italia yang menghiasi pagoda. Tidak seperti ubin perak yang merupakan buatan lokal, sebagian besar berlian berasal dari Afrika Selatan.

Di dalam Pagoda Perak yang telah dibangun ulang pada 1962 ini tidak diperbolehkan untuk mengambil foto.


Lokasi:Preah Sothearos Boulevard
Jam operasional:setiap hari, pk. 7:30-17:00 dan tutup pada jam makan siang (dibuka lagi pk. 14:00)
Biaya masuk:25.000 Riel untuk wisatawan asing (pastikan Anda mengantri di loket yang benar, karena mereka memisahkan loket wisatawan asing dengan lokal), ditambah US$ 5 untuk satu jam tur dengan pemandu (jika Anda membutuhkannya)
Fasilitias:toilet (dalam kondisi yang cukup baik), toko cinderamata, toko cuci/cetak foto
Cara menuju ke sana:terletak di dalam area Tepi Sungai (Riverfront), bisa dijangkau dengan berjalan kaki atau dengan transportasi lainnya
Keterangan:disarankan untuk mengunjungi komplek Istana Kerajaan pada pagi hari untuk menghindari suhu panas Phnom Penh selama musim kemarau. Keadaan akan sangat ramai selama akhir pekan dan hari besar nasional karena ada banyak pengunjung lokal datang untuk mengunjungi Istana Raja mereka. Mengambil foto tidak diperbolehkan untuk beberapa area tertentu (tanyalah kepada petugas Istana Kerajaan untuk memastikannya). Sebuah buklet akan diberikan bersamaan dengan tiket Anda, ikuti saja petunjuk yang tersedia di halaman akhir seandainya Anda memilih untuk tidak menyewa pemandu.

Wat Botum

Wat Botum adalah salah satu wat (kuil Budha/pagoda)tertua dan terpenting di Phnom Penh, yang ditemukan pada abad ke-15 oleh H.M. King Ponhea Yat.

Ada banyak stupa kecil di dalam komplek Wat Botum, yang menyimpan abu dari orang kaya dan orang penting di Kamboja, anggota dari keluarga kerajaan, dan sebagainya.



Lokasi:St. 7, tepat di seberang Monumen Persahabatan atau sebelah selatan dari Istana Kerajaan
Jam operasional:setiap hari, dari sekitar pk. 7:00-18:00.

...Phnom Penh Utara :Hlmn sebelumnya | Hlmn berikut: Wilayah Lain di Phnom Penh...


Iklan


Komentar Anda:


Nama:

date

Komentar:

0 komentar

Isi komentar adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Anda sebagai pengirim komentar harus membaca dan sepenuhnya menyetujui Syarat dan Ketentuan Komentar Anda (klik disini), Syarat dan Ketentuan (klik disini) serta Kebijakan Privasi (klik disini) JoTravelGuide.com.



Kembali ke atas


Iklan


Iklan