Bahasa Qatar
Bahasa nasional Qatar adalah bahasa Arab dan bahasa ini memiliki jenis huruf sendiri, yaitu huruf Arab. Berbeda dengan huruf Romawi yang ditulis dari kiri ke kanan, huruf Arab ditulis dari kanan ke kiri. Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa semitik –bahasa yang paling banyak digunakan di dunia— dan secara luas digunakan di kawasan Timur Tengah. Di Qatar, bahasa Arab biasa digunakan oleh penduduk setempat dan komunitas-komunitas Arab dalam sehari-harinya. Jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang bahasa Arab, silakan mengunjungi situs: http://en.wikipedia.org/wiki/Arabic_language.

Selain bahasa Arab, bahasa Inggris juga sering digunakan di Qatar. Banyak papan nama dan petunjuk jalan di tempat umum yang ditulis dalam bahasa Arab dan Inggris, begitu pula di beberapa tempat kerja, hotel, kawasan wisatawan, dan pusat perbelanjaan. Jadi jangan terlalu khawatir jika Anda hanya bisa berbicara dalam bahasa Inggris. Sebagian besar penduduk Qatar bisa berbicara dalam bahasa Inggris, bahkan beberapa di antaranya bisa berbicara dalam Bahasa Inggris dengan lancar. (Namun mengetahui beberapa percakapan dasar dalam bahasa Arab bisa menjadi satu keuntungan tersendiri bagi Anda). Berikut ini adalah beberapa percakapan dasar dalam bahasa Arab:

Selamat pagi = sabaah al-khair Selamat pagi (jawaban) = sabah an-noor
Selamat sore = masaa al-khair Selamat sore (jawaban) = masaa an-noor
Selamat malam = tisbah’ala khair Apa kabar? = Kayf halak? / Kayfak? (ditujukan kepada laki-laki) dan kayfik? (ditujukan kepada perempuan)
Halo = marhaba Nama saya adalah… = Ismi…
Salam = asslamu alaikum Salam (jawaban) = wa alaikum issalam
Selamat tinggal = ma assalama Terima kasih = shukran

KESADARAN BUDAYA
Pada dasarnya setiap manusia di belahan dunia ini sama, ada yang ramah, tidak ramah, baik maupun jahat. Namun secara umum, orang Qatar adalah ramah dan baik. Sama seperti di beberapa negara Timur Tengah lainnya, orang Qatar biasanya suka berbicara dan bersuara lantang, diikuti dengan gerak tubuh atau mimik muka yang ekspresif –yang terkadang hal ini bisa memunculkan asumsi mereka marah atau suatu ketidaksopanan –yang terkadang tidak selalu benar.

Saat berbicara, mereka cenderung untuk sering melakukan sentuhan, berpelukan atau berpegangan tangan dan berdiri dengan jarak yang lebih dekat. (Namun hal ini hanya berlaku untuk wanita dengan wanita atau pria dengan pria dan umumnya pada mereka yang sudah saling mengenal dengan baik). Meskipun demikian, jangan heran jika saat berada di tempat umum Anda melihat pasangan suami istri tidak menunjukkan kemesraan mereka di depan publik. Hal ini merupakan salah satu budaya mereka untuk tidak bersentuhan, berpegangan tangan, berpelukan, atau berciuman terhadap lawan jenis di tempat umum, bahkan untuk pasangan yang sudah menikah sekalipun!

Meskipun negara Islam, Qatar memperbolehkan para ekspatriat membeli minuman beralkohol dan daging babi untuk konsumsi rumahan di toko-toko tertentu. Meskipun demikian, pembeli diharuskan untuk memiliki surat izin membeli alkohol maupun daging babi. Untuk mendapatkan surat izin tersebut, sebaiknya Anda menghubungi Qatar Distribution Company, yang merupakan satu-satunya distributor minuman beralkohol dan daging babi di Qatar, melalui nomor telepon: +974 44699412, 44699413, 44687547.Kegiatan berjudi juga dilarang keras dilakukan di negara ini.

Jangan pernah sekali-kali untuk memfoto pangkalan militer atau kepolisian, kantor-kantor pemerintahan, maupun bandara tanpa izin terlebih dahulu. Hal ini berlaku juga untuk memfoto perempuan-perempuan Qatar. Pada bulan Ramadhan dilarang keras untuk makan, minum atau merokok di tempat umum,kurang lebih mulai dari fajar hingga matahari terbenam.

Pastinya akan ada beberapa perbedaan budaya yang akan Anda temui (pelajari) ketika di sana. Namun tetap ingatlah bahwa seperti kita menginginkan orang asing untuk menghormati kebudayaan kita di kampung halaman kita, begitu juga di tempat lain di dunia atau di Qatar.

KESEHATAN
Dianjurkan untuk membawa sendiri obat-obat yang biasa Anda gunakan dari apotek atau toko obat di negara Anda karena mungkin akan sulit bagi Anda untuk menemukan obat tersebut di Qatar. Masalah kesehatan yang mungkin Anda alami saat di Qatar, yaitu dehidrasi dan sakit perut.

Dehidrasi. Sebagai negara yang mendapatkan panas matahari selama satu tahun penuh, Qatar memiliki suhu udara yang cukup tinggi, yang bisa mencapai lebih dari 40°C. Karena itu sangat dianjurkan kepada para wisatawan maupun orang asing yang berada di Qatar untuk melindungi tubuh mereka dari paparan sinar matahari dengan mengenakan topi, mengoleskan lotion sunblock ke bagian tubuh yang terbuka, dan yang paling penting yaitu banyak mengkonsumsi air putih maupun makanan yang banyak mengandung air, seperti sayuran dan buah-buahan, sebagai tindakan pencegahan akan dehidrasi. Minuman mineral botol bisa dengan mudah diperoleh di toko manapun di kota.

Sakit perut. Ciri khas makanan Qatar adalah kaya akan rempah-rempah dan campuran dari daging sapi atau daging kambing, yang dimasak dengan menggunakan susu dan banyak bumbu (hampir sama dengan masakan dari India dan Lebanon). Jika Anda tidak begitu familiar dengan rempah-rempah yang digunakan, maka bisa saja Anda mengalami sakit perut. Selain itu, terkadang es balok bisa saja menyebabkan sakit perut, namun tergantung juga dari mana tempat Anda membelinya.

Pakaian
Coba bayangkan seorang turis dari pedalaman Afrika, Timur Tengah, atau seorang suku Indian-Amerika berjalan-jalan di sebuah kota kecil yang indah di Australia, Eropa Utara atau di negara Asia Timur saat musim panas dengan menggunakan pakaian adat/pakaian tradisional. Cukup aneh bukan? Kecuali jika Anda memang ingin mendapatkan ‘perhatian ekstra’ dari orang-orang, maka sangat dianjurkan untuk menghormati cara berpakaian yang biasa digunakan oleh penduduk setempat.

Sama seperti negara-negara di Timur Tengah lainnya, setiap harinya penduduk Qatar mengenakan pakaian jubah putih panjang, yang biasa disebut “thobe” (untuk laki-laki) dan jubah hitam panjang, bernama “abayah” (untuk perempuan). Ciri khas lainnya yaitu, bagi laki-laki mereka mengenakan semacam sorban atau kain di bagian kepala, bernama “ghutra” dan kain penutup rambut untuk perempuan, yang bernama “syaila”. Namun dalam perkembangannya, pakaian mereka menjadi lebih berwarna dengan adanya hiasan-hiasan dan detil-detil tertentu, terutama untuk baju pernikahan.

Meskipun Qatar diketahui sebagai negara muslim yang lebih toleran dibandingkan negara-negara muslim lainnya di Timur Tengah, namun sangat disarankan bagi para wisatawan untuk berbusana dengan sopan. Anda tidak harus mengenakan pakaian seperti penduduk Qatar, yaitu mengenakan “thobe” atau “abayah” dan memakai selendang atau kain penutup kepala, tetapi diharuskan untuk mengenakan pakaian yang menutupi pundak dan lutut saat keluar rumah dan ke tempat umum (jangan memakai pakaian seperti celana pendek, rok pendek, tank top/baju tanpa lengan, baju dengan belahan rendah, maupun celana ketat). Anda bisa memakai baju olahraga, seperti celana pendek atau baju renang saat berada di kolam renang, pantai maupun di tempat olahraga lainnya.

BELANJA
Qatar menawarkan pusat perbelanjaan modern (mal) dan pasar tradisional (souq). Pusat perbelanjaan modern memiliki penyejuk udara dan sebagian besar berada di sebuah bangunan dengan desain arsitektur modern, seperti City Centre, Villagio Mall, Al Asmakh Mall, dll. Mereka menjual barang-barang bermerek, tidak hanya dari dalam negeri melainkan juga dari luar negeri, seperti dari AS, Inggris, China, Jepang, Perancis, Spanyol, dll, dengan harga tetap (kecuali saat ada diskon).

Di sisi lain, beberapa pasar tradisional di Qatar menempati bangunan dari marmer yang bersih dan rapi, yang dihiasi dengan air mancur dan tanaman (mirip dengan mall modern). Namun beberapa di antaranya juga menempati sebuah bangunan tradisional khas Arab, dengan bambu dan anyaman daun kelapa pada bagian atapnya, yang akan membawa Anda kembali ke nuansa Arab pada zaman dahulu.

Terdapat beberapa pasar tradisional di Qatar, seperti Souq Waqif, Souq Al Ahmad, Doha Souq, Gold Souq, dll. Pasar-pasar tersebut lokasinya berdekatan satu sama lain dan kabar baiknya lagi yaitu kios-kios di dalam pasar dikelompokkan berdasarkan jenis dagangan (seperti tekstil, alat-alat rumah tangga, bumbu-bumbu makanan, dll) sehingga memudahkan bagi pengunjung untuk mencari barang yang mereka inginkan. Toko-toko tersebut biasanya buka dari pk. 10:00-22:00 (beberapa di antaranya terkadang tutup sementara selama beberapa jam pada saat siang hari).

Menawar adalah hal penting yang harus Anda lakukan saat berbelanja di pasar tradisional di Qatar! Di sini, Anda bisa mendapatkan berbagai macam barang, seperti baju, barang-barang elektronik, parfum dan perhiasan, aksesoris, alat-alat rumah tangga, dll, dengan harga yang lebih murah. Karena harganya bersaing dari satu penjual dengan penjual lainnya, Anda memiliki lebih banyak kesempatan untuk mendapakan barang yang Anda inginkan dengan harga dan kualitas terbaik. Hal pertama yang harus dilakukan yaitu bertanya dengan sopan kepada penjual mengenai harga terbaik yang bisa mereka berikan (atau “harga khusus” untuk Anda) sebelum melangkah lebih jauh ke proses tawar menawar.

Akan lebih baik lagi jika Anda meminta staf hotel, pemandu wisata atau mungkin sopir taksi untuk mengetahui kisaran harga setempat pada saat ini. Tambahan bacaan mengenai cara-cara menawar (dari sumber eksternal) ada di: www.wikihow.com, www.askmen.com.

MEMBERI TIPS
Secara umum, memberi tip bukanlah menjadi standar praktis di Qatar, meskipun sebagian besar restoran mewah dan hotel berbintang sudah menerapkannya, yaitu sekitar 10% dari jumlah transaksi yang dikeluarkan atau tergantung dari kebaikan Anda, dan terutama jika pelayanan yang mereka berikan memuaskan! Namun, untuk beberapa kasus biaya layanan tersebut sudah dimasukkan ke dalam jumlah tagihan yang harus Anda bayar. Jika demikian, Anda tidak harus memberikan tip. Pengemudi taksi, pemandu wisata, maupun pengantar barang tidak mengharapkan tip, namun tidak ada salahnya untuk memberikan beberapa lembar uang kepada mereka sebagai tip.

TOILET
Selain di gedung-gedung modern atau di tempat fasilitas umum berkelas internasional, jangan pernah berharap untuk menemukan toilet dengan standar barat di Qatar. Sebagian besar toilet umum di Qatar menggunakan kloset jongkok, bukan kloset duduk. Sebaiknya jangan pernah lupa untuk membawa tisu ke mana pun Anda pergi karena mungkin saja tidak ada tisu di toilet umum.


Kembali ke atas


Iklan


Iklan