| English

...BAB 3

BAB 4 - ANALISIS DATA, PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

Sebelum melangkah ke analisis SWOT terhadap Singapore Airlines, sekilas mengenai kondisi keuangan dari masing-masing perusahaan penerbangan sebagai berikut:

Singapore Airlines berdasarkan laporan keuangan yang dikeluarkan bulan Maret 2000 ini, melaporkan perolehan keuntungan bersih sebesar S$ 813 juta (US$ 470 juta) sementara pesaing-pesaingnya, Cathay Pacific membukukan keuntungan bersih sebesar HK$ 2.275 juta (US$ 295 juta), kemudian Emirates Airlines membukukan keuntungan bersih sebesar AED 313 juta (US$ 85 juta) dan Thai Airways mengumumkan meraih keuntungan sebelum pajak sebesar 6.393 juta Bath (US$ 168 juta) untuk tahun 1998/1999. Dengan masing-masing perusahaan mencatat total revenue sebesar, Singapore Airlines USD 4.089 juta, Cathay Pacific sebesar USD 3.679 juta, Emirates Airlines sebesar USD 1.275 juta dan Thai Airways sebesar USD 2.833 juta.

Mengenai tingkat passenger load factor (PSL), Singapore Airlines melaporkan PSL mereka selama tahun 1998/1999 adalah sebesar 72.5%, meningkat dari 70,5% dalam tahun sebelumnya. Emirates mencatat PSL mereka sebesar 74,5% dari 70% pada tahun 1997-98 dan Thai Airways sebesar PSL 72,7% meningkat dari 67,9% dalam tahun sebelumnya, sementara Cathay Pacific mencatat PSL mereka sebesar 71.4% naik dari 67,5% dalam tahun 1997-98.

Sementara jumlah kekuatan pegawai masing-masing perusahaan penerbangan tersebut adalah sebagai berikut...

Tabel 4-1: Perbandingan Total Pendapatan, Keuntungan, PSL dan Karyawan Selama Tahun 1998/99

Selanjutnya mengenai kondisi SWOT Singapore Airlines, pertama akan dibahas/dianalisis mengenai opportunities, diikuti selanjutnya dengan analisis pada segi threats, kekuatan (strenghts) serta kelemahan (weaknesses).

4.1. Peluang-peluang

Jika dikaitkan dengan landasan teori, bab 2, maka peluang-peluang yang dapat dilihat pada Singapore Airlines diantaranya pasar yang senantiasa bertumbuh dengan baik (growing market segment), perubahan teknologi yang mendukung bisnis penerbangan, serta letak (posisi) Singapura yang strategis.

4.1.1. Tingkat Pertumbuhan Pasar

Sebagaimana yang sudah tertulis pada bagian pendahuluan dalam skripsi ini, majalah Flight International memuat laporan dari IATA yang memperkirakan tingkat pertumbuhan penumpang tahunan (passenger traffic forecast annual growth rate) untuk kawasan Asia akan mengalami peningkatan sebesar 7,1% hingga tahun 2001. Walaupun kemudian angka perkiraan ini kemudian dikoreksi berkaitan dengan badai krisis ekonomi yang melanda banyak negara Asia menjadi sebesar 4,4% hingga tahun 2001.

Sementara berdasarkan informasi yang terdapat dalam buku John A. Pearch dan Richard, halaman 37-8, market share pengguna jasa penerbangan Asia akan meningkat dari 40%, sebelumnya hanya 25%, dari keseluruhan pasar dunia, sementara market share pengguna jasa penerbangan Amerika Serikat menurun dari saat ini sekitar 30% menjadi 20% pada tahun 2010. Sebagai perbandingan, dalam buku yang sama, dilampirkan data mengenai perkiraan jumlah penumpang oleh ICAO untuk tahun 1995-96 sebagai berikut:

Tabel 4-2: ICAO Scheduled Passenger Traffic Forecast For 1995-96

Mengenai kesiapan airlines dalam upaya mengantisipasi banyaknya penumpang tersebut, hingga kini Singapore Airlines merupakan perusahaan yang memiliki jumlah pesawat terbanyak dengan 92 pesawat jika dibandingkan dengan Thai Airways (74 pesawat), Cathay Pacific (62 pesawat) maupun Emirates Airlines (26 pesawat). Kini Singapore Airlines melayani penerbangan ke 110 kota di 29 negara...Thai Airways melayani 72 kota di 37 negara...Cathay Pacific...48 kota di 28 negara...Emirates melayani ke 47 kota...

Tabel 4-3: Jumlah Pesawat Yang Beroperasi Hingga Mei 2000

Tabel 4-4: Jumlah Penumpang Diangkut Tahun 1998-99

4.1.2. Perubahan Teknologi

Perubahan teknologi yang cukup terasa cepat perkembangannya dalam dunia penerbangan antara lain adalah semakin canggihnya teknologi inflight entertainment, semakin berkembangnya penggunaan teknologi internet dalam hal misalnya pemesanan tiket, pemilihan kursi dalam pesawat, penyebaran informasi, dan lain-lain.

Perkembangan teknologi inflight entertainment misalnya dalam hal layar monitor (tv) khusus untuk pesawat terbang, baik untuk first class, business class, maupun untuk economy class. Singapore Airlines telah melengkapi pesawat-pesawatnya dengan fasilitas layar monitor tercanggih baik untuk first class hingga untuk economy class. Mereka menggunakan teknologi baru tersebut pertama kalinya pada tanggal 11 September 1998 yakni antara lain berupa pemasangan monitor video 14 inci dan pemasangan in-seat laptop power supply untuk first class mereka, sementara untuk business class mereka juga melengkapinya dengan layar monitor pribadi dan in-seat laptop power supply sehingga menjadikan mereka sebagai perusahaan penerbangan pertama di dunia yang menyediakan fasilitas-fasilitas tersebut pada kelas bisnis. Teknologi terbaru dunia penerbangan juga melengkapi kelas ekonomi mereka misalnya pemasangan monitor pribadi terbaru yang dapat menanyangkan berbagai macam pilihan seperti permainan Nitendo, 22 saluran video 22, dan lain-lain.

Pesaingnya seperti Cathay Pacific memulai pembaruan teknologi inflight entertainment mereka pada bulan Mei 1999, yakni dengan menggunakan fasilitas yang serupa dengan yang digunakan oleh Singapore Airlines...

Sementara Thai Airways dapat dikatakan masih sedikit tertinggal di dalam pemanfaatan teknologi baru inflight entertainment. Hal ini terlihat dari masih digunakannnya teknologi video walkman pada kelas utama dan kelas bisnis pada pesawat-pesawat tertentu mereka dimana penumpang harus memilih kaset video yang ingin mereka lihat terlebih dahulu...

Emirates Airlines yang menyatakan bahwa mereka adalah airline pertama yang menyediakan personal video system pada tiap kursi penumpang pada tahun 1992 dengan 6 video channels...

Jika dilihat berdasarkan hasil questionnaire yang disebar ternyata pilihan kedua terbanyak mengenai hal yang paling diinginkan oleh penumpang dari suatu perusahaan penerbangan dalam peningkatan inflight entertainment adalah tersedianya lebih banyak pilihan film dan musik bagi penumpang (lihat gambar 4-5 halaman 26).

Teknologi internet/informatika pada dunia penerbangan. Saat ini banyak airlines di dunia yang berusaha mengoptimumkan penggunakan teknologi tersebut baik untuk memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi pembelian tiket penerbangan maupun untuk penyampaian informasi mengenai perusahaan mereka serta fasilitas-fasilitas yang mereka sediakan.

Fasilitas pemesanan tiket pesawat menggunakan teknologi internet yang dimiliki Singapore Airlines dapat dilakukan dari 19 kota keberangkatan dengan maksimum pembelian untuk 5 tiket kelas ekonomi dan 4 tiket untuk kelas utama dan bisnis. Sementara Thai Airways belum menggunakan sarana internet booking pada website mereka. Emirates sudah mempunyai sarana online booking dalam website mereka namum masih memiliki batasan-batasan...Cathay Pacific sudah dapat dilakukan dari 17 kota keberangkatan dengan maksimum pembelian untuk 4 kursi (tiket).

Bagi penumpang, keuntungan yang diperoleh bila mereka memanfaatkan sarana teknologi informasi ini diantaranya adalah dapat memilih kursi sesuai keinginannya, dimana hal seperti ini agak sulit dilakukan dengan cara-cara konvensional...

Jika suatu perusahaan penerbangan dapat mengurangi beban antrian pada saat check in, berarti mereka telah melakukan apa yang memang diharapkan oleh calon-calon penumpang, yakni proses check-in yang cepat (58%), sebagaimana dapat terlihat dari hasil questionnaire mengenai penekanan yang diharapkan pada peningkatan fasilitas pelayanan darat, sebagai berikut:

Grafik 4-1: Penekanan Yang Diharapkan Pada Peningkatan Fasilitas Pelayanan Darat

4.1.3. Letak (Posisi) Singapura Yang Strategis

Tidak dapat dipungkiri kalau memang Singapura memiliki posisi yang strategis yang mana berada tepat di tengah jalur lintas dari benua Eropa menuju kawasan Asia Pasifik, khususnya Australia, Selandia Baru, dan lain-lain...

Berikut perbandingan jarak dari Jakarta menuju London, Inggris bila melalui Singapura, Hong Kong-Cina, Bangkok-Thailand, dan Dubai-Uni Emirat Arab:

Tabel 4-5: Perbandingan Jarak Tempuh Jakarta-London

Melihat perbandingan di atas, jika seseorang di Jakarta ingin bepergian ke London tentunya akan lebih menguntungkan dengan menempuh rute...


Bab 4 Selanjutnya...





Jangan lupa ikutan LIKE JoTravelGuide.com yaaa




Komentar Anda:



Kembali ke atas



jika menurut anda situs kami membantu memberikan informasi terkait, anda dapat menyumbang untuk membantu kelangsungan tayang situs ini, kami dapat menerima bantuan melalui tombol paypal "Donate" dibawah ini. terima kasih