| English

...BAB 4 Sebelumnya

BAB 4 - ANALISIS DATA, PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

4.2. Ancaman-ancaman (Threats)

Hal-hal yang dapat mengancam kesuksesan Singapore Airlines di antaranya adalah munculnya pesaing baru, peraturan-peraturan pada suatu negara yang menyangkut penerbangan, dan faktor politik-ekonomi.

4.2.1. Munculnya Pesaing Baru

Dalam tiap usaha apapun, munculnya kompetitor atau pesaing baru dapat mengancam kelangsungan suatu usaha atau setidaknya akan menimbulkan kemungkinan pengurangan market share. Hal ini berlaku pula pada Singapore Airlines. Untuk kawasan Asia sendiri dapat dikatakan tidak ada pesaing baru yang terlihat mencolok dalam memperebutkan pangsa pasar. Sebagai contoh satu perusahaan penerbangan yang tergolong baru di Asia dan juga memiliki pesawat-pesawat jenis besar dalam jumlah cukup banyak adalah Asiana Airlines (Korea Selatan), tetapi mereka hingga kini lebih mengkonsentrasikan usaha mereka untuk bersaing dengan Korean Air, flag carrier Korea Selatan...

Satu-satunya perusahaan baru yang terlihat lebih menonjol, baik dalam melakukan promosi atau pengembangan usaha sehingga berpotensi untuk menjadi pesaing langsung (direct competitor) adalah Emirates Airlines. Singapore Airlines sendiri memang mengakui keberadaan Emirates sebagai pesaing baru yang sangat berarti dengan dilakukannya benchmarking terhadap Emirates Airlines dalam hal pelayanan darat, C. Z. Yun, Y. W. Yong dan Lawrence Loh, halaman 168.

Emirates Airlines sendiri kini juga melakukan strategi yang telah dilakukan oleh baik Singapore Airlines maupun Cathay Pacific yakni dengan merekrut awak kabin yang berasal dari berbagai negara di Asia...

Sebagai perusahaan yang berupaya untuk merebut market share dari Singapore Airlines pada khususnya dan perusahaan penerbangan Asia lainnya pada umumnya, Emirates masih memiliki kelemahan lainnya seperti misalnya jika seseorang di Jakarta ingin menuju London, bila ia menggunakan Emirates maka ia harus singgah di Singapura dan Colombo terlebih dahulu sebelum kemudian berganti pesawat di Dubai untuk selanjutnya menuju London, dan sebaliknya...

Guna menyiasati persinggahan yang cukup banyak tersebut, Emirates menggunakan strategi berupa penawaran kesempatan unutk transit dan menginap di Dubai bagi pengguna jasa mereka, akan tetapi penumpang masih dikenakan biaya extra yaitu biaya visa yang bisa didapatkan di airport dengan membayar 14 dolar Amerika (untuk dapat menginap di Dubai selama 4 malam) di luar biaya penginapan.

Adanya biaya visa bagi penumpang transit menyebabkan upaya yang mereka lakukan itu menjadi jauh berbeda dengan apa yang ditawarkan oleh Singapore Airlines dalam upaya menarik pengguna jasa mereka untuk melakukan stopover di kota Singapura. Dulu (saat krisis ekonomi sedang hangat-hangatnya) Singapore Airlines pernah menawarkan hanya dengan tambahan sebesar 1 dolar Amerika penumpang dapat menginap semalam di Singapura yang mereka sebut dengan istilah... Penawaran transit atau stopover semacam ini sayangnya tidak/belum ditawarkan oleh Cathay Pacific maupun Thai Airways.

Strategi penawaran yang digunakan oleh Emirates berpotensi untuk tidak menghasilkan imbalan yang maksimal karena kurang diduking oleh peraturan pemerintah setempat dengan masih dikenakannya biaya visa bagi pengunjung stopover di Dubai, jika dibanding dengan kebijaksanaan pemerintah Singapura...

4.2.2. Peraturan-peraturan

Salah satu ancaman lain yang dapat mempengaruhi kesuksesan Singapore Airlines adalah peraturan-peraturan negara-negara lain. Bagaimana peraturan dapat mempengaruhi kesuksesan mereka adalah sebagai berikut.

Kita mengetahui bahwa Singapura tidak mempunyai wilayah (daratan) yang luas, begitu pula dengan kedaulatan udara mereka. Untuk dapat terbang dari dan menuju Singapura, pesawat harus mendapat ijin dari negara yang dilewatinya dan dikenakan biaya. Bilamana biaya ijin melintas pesawat terbang dinaikkan, tentunya akan berdampak peningkatan pada biaya operasi mereka.

Selama ini Singapore Airlines selalu berusaha menunjukkan itikad baik mereka kepada Indonesia, antara lain dengan merekrut orang Indonesia untuk bekerja di perusahaan mereka dan bahkan pada bulan Maret 2000, mereka mengeluarkan biaya sebesar 3 juta dolar Amerika yang dipergunakan untuk mempromosikan Indonesia di manca negara, memberi pelatihan kepada biro-biro perjalanan, dan lain sebagainya. Kesemuanya itu diberikan tentunya dengan maksud untuk mempererat hubungan mereka dengan pemerintah Indonesia sehingga mereka tidak akan mendapat kesulitan dalam hal misalnya perijinan terbang dan lainnya.

Hingga kini, Singapore Airlines diberikan ijin untuk terbang langsung dari dan ke Jakarta, Surabaya, dan Denpasar. Untuk kota-kota kecil, mereka diberi ijin untuk terbang ke kota-kota seperti Solo, Mataram, Ujung Pandang dan Manado, hanya saja rute-rute ini dilayani oleh anak perusahaan mereka, Silk Air. Jika pemerintah tidak mengijinkan Silk Air untuk mendarat di kota-kota tersebut maka hal ini akan menimbulkan persoalan bagi Singapore Airlines dalam mencari penerbangan lanjutan bagi para penumpangnya karena mereka harus menerbangkan penumpang mereka ke Jakarta terlebih dahulu untuk kemudian dilanjutkan dengan perusahaan penerbangan lokal menuju Solo...

Sebagai satu contoh bahwa peraturan dapat menjadi suatu hambatan atau ancaman adalah ditolaknya upaya Singapore Airlines untuk memperoleh ijin terbang dari kota London menuju salah satu kota di pantai timur Amerika Serikat oleh pemerintah Inggris... Tentunya segala kemudahan dan perijinan yang diberikan oleh pemerintah Singapura kepada pemerintah Inggris, khususnya kepada British Airways adalah agar mereka mendapat fasilitas/kemudahan-kemudahan yang setimpal dengan yang mereka berikan...

4.2.3. Faktor Politik-Ekonomi

Faktor-faktor politik maupun ekonomi merupakan unpredictable factors adalah suatu ancaman besar bagi perusahaan-perusahaan penerbangan sebagaimana yang dikatakan oleh CEO Emirates Airlines, Maurice Flanagan, dalam wawancaranya dengan majalah Airlines edisi...

Bagaimana faktor ekonomi dapat menjadi suatu ancaman adalah misalnya saat krisis ekonomi terjadi, yang menyebabkan tingkat daya beli penduduk menjadi sangat rendah sehingga load factors menjadi sangat kecil, disamping itu rendahnya nilai tukar mata uang menyebabkan kenaikan biaya bahan bakar karena pembelian dilakukan dalam mata uang dolar Amerika (USD). Kemudian faktor polik dapat menjadi ancaman, sebagaimana juga dicontohkan oleh Maurice Flanagan, seperti misalnya perang teluk...

...faktor politik dan ekonomi akan menjadi ancaman bagi perusahaan penerbangan karena akan berdampak pada biaya bahan bakar pesawat yang harus dibayar.

Sementara menurut Singapore Airlines, tiap perubahan harga sebesar 1 sen dolar Amerika per galon akan mempengaruhi biaya bahan bakar mereka sebesar 18 dolar Singapura per tahun, dengan asumsi...Disebutkan pula dalam laporan keuangan 1998-99 mereka bahwa tiap perubahan pada jumlah pemakaian bahan bakar sebesar 1% akan menyebabkan kenaikan biaya tahunan perusahaan sebesar 9 juta dolar Singapura.

Sedangkan berdasarkan persentase biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan penerbangan di dunia pada tahun 1993, biaya yang harus dikeluarkan untuk bahan bakar menempati urutan kedua setelah biaya tenaga kerja (36.1%), yakni sebesar 15,7%...


Grafik 4-2: Airline Industry Expenses (1993 - Persen)

Grafik 4-3: Komposisi Pengeluaran Singapore Airlines Tahun 1998-99 Dan 1997-98 (Dalam Persen)

Dari grafik/gambar di atas, terlihat bahwa faktor politik atau ekonomi yang umumnya bersifat unpredictable dapat membahayakan perusahaan-perusahaan penerbangan karena bisa berdampak pada kenaikan harga bahan bakar pesawat yang mana biaya untuk bahan bakar mempunyai porsi yang besar dalam total pengeluaran.


Bab 4 Selanjutnya...





Jangan lupa ikutan LIKE JoTravelGuide.com yaaa




Komentar Anda:



Kembali ke atas



jika menurut anda situs kami membantu memberikan informasi terkait, anda dapat menyumbang untuk membantu kelangsungan tayang situs ini, kami dapat menerima bantuan melalui tombol paypal "Donate" dibawah ini. terima kasih