versi cetak wisata rumah inggit ganarsih  

| Alun-alun | Gedung Bank Indonesia | Gedung Indonesia Menggugat | Gedung Landmark |
| Gedung Sate | Hagel Eens (Au Bon Marche) | Hotel Savoy Homann | Institut Teknologi Bandung |
| Makam Pandu | Mesjid Raya | New Majestic | Penjara Banceuy |
| Rumah Bersejarah Inggit Ganarsih |





Inggit Ganarsih merupakan istri kedua dari presiden RI, Ir. Soekarno. Kisah cinta mereka berawal saat Soekarno kos di rumah Inggit Ganarsih dan suaminya karena sedang kuliah di Technische Hoogeschool (kini Institut Teknologi Bandung). Lama kelamaan, Soekarno jatuh cinta dengan Inggit Ganarsih dan mereka akhirnya menikah pada 24 Maret 1923, setelah Inggit Ganarsih meminta cerai dari suaminya. Namun sangat disayangkan, usia pernikahan mereka tidak berlangsung lama karena Soekarno jatuh cinta dengan perempuan lain, yaitu Fatmawati, yang kemudian menjadi Ibu Negara Republik Indonesia. Kisah cinta Ibu Inggit Ganarsih dengan Soekarno ini ditulis dalam sebuah novel terkenal berjudul "Kuantar ke Gerbang" oleh Ramadhan K.H.


Rumah Bersejarah Inggit Ganarsih Rumah Bersejarah Inggit Ganarsih Rumah Bersejarah Inggit Ganarsih
Rumah Bersejarah Inggit Ganarsih Rumah Bersejarah Inggit Ganarsih


Klik gambar di atas untuk menampilkan beberapa foto Rumah Bersejarah Inggit Ganarsih yang lebih besar.


Selama menjadi istri Soekarno, Inggit Ganarsih banyak membantu Soekarno dan tokoh perjuangan Indonesia lainnya dalam mempersiapkan kemerdekaan RI. Ia menjadi saksi lahirnya Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 1927, Sumpah Pemuda pada 1928, memberi bahan materi kepada Soekarno untuk menyusun pembelaan Indonesia Menggugat di Pengadilan Landaard (kini Gedung Indonesia Menggugat). Rumah ini dulunya juga digunakan sebagai tempat pertemuan Soekarno dengan para tokoh nasional, seperti Agus Salim, Ki Hajar Dwantoro, HOS Tjokroaminoto, dll. saat membicarakan persiapan kemerdekaan Indonesia.

Sayangnya, rumah ini hanya memajang sedikit barang-barang peninggalan Soekarno dengan Inggit Ganarsih, seperti foto-foto, piagam penghargaan, serta batu pipisan untuk membuat bedak dingin dan lulur.


Lokasi:Jl. Inggit Ganarsih No. 8 (di depan toko tas Elizabeth pusat)
Jam operasional:setiap hari, pk. 7:00-16:00
Biaya masuk:gratis
Fasilitas:toilet, musholla
Fasilitas umum terdekat:ATM, mini market, apotek
Tempat menarik terdekat:Museum Sri Baduga, Monumen Bandung Lautan Api
Cara menuju ke sana: Dari Bandung Indah Plaza naik angkot yang menuju Kebon Kelapa lalu turun di terminal Kebon Kelapa, (tarif: Rp. 2.500 selama sekitar 20 menit berkendara), dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 100 meter menuju rumah ini
Dari Taman Telagela, jalan kaki sekitar 500 meter ke arah utara menuju rumah bersejarah
Cara menuju ke sana:pintu gerbang akan terlihat tertutup dari luar. Pengunjung dapat mengetuk pintu gerbang agar penjaga keluar dari rumah.




...Penjara Banceuy :Hlmn sebelum ini | Hlmn berikut: Wisata Bandung Lainnya...


Kembali ke atas


Jangan lupa ikutan LIKE US yaaa




Komentar Anda:


Isi komentar adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Anda sebagai pengirim komentar harus membaca dan sepenuhnya menyetujui Syarat dan Ketentuan Komentar Anda (klik disini), Syarat dan Ketentuan (klik disini) serta Kebijakan Privasi (klik disini) JoTravelGuide.com.


Kembali ke atas


jika menurut anda situs kami membantu memberikan informasi terkait, anda dapat menyumbang untuk membantu kelangsungan tayang situs ini, kami dapat menerima bantuan melalui tombol paypal "Donate" dibawah ini. terima kasih