versi cetak tempat wisata lembang  

| Air Terjun Maribaya | Observatorium Astronomi Bosscha | Gua Maria Karmel
Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda | Vihara Vipassana | Villa Isola | Taman Wisata Maribaya


Lembang terkenal akan sumber air panasnya, dimana sumber air panas di sekitar Lembang dan Tangkuban Perahu merupakan sarana wisata yang sudah populer di kalangan orang Belanda sejak awal tahun 1900. Lokasi Lembang yang berada di dataran tinggi membuat daerah ini memiliki suhu yang sejuk sepanjang tahun. Tempat wisata menarik yang umumnya menjadi tujuan favorit di Lembang adalah Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda, Observatorium Bosscha dan Maribaya. Baca informasi lebih lengkap dan lihat foto-foto mengenai Lembang dan sekitarnya di bawah ini (klik foto untuk menampilkan foto yang lebih besar).

LEMBANG

Foto patung sapi perah di Lembang

Karena memiliki suhu yang sejuk, Bandung ataupun Lembang juga terkenal sebagai penghasil sayur-sayuran dan susu segar. Di sepanjang Jalan Raya Lembang, dari arah Bandung menuju Tangkuban Perahu (atau sebaliknya), terdapat banyak penjual buah-buahan dan sayuran. Beberapa warung juga menjual kelinci hidup. Beberapa restoran dan warung di sepanjang jalan ini juga menyediakan hidangan dari kelinci yang biasanya dimasak dengan bumbu gule atau sate kelinci. Informasi lebih lanjut mengenai “Makanan, Minuman, dan Hiburan” di Bandung, Jawa Barat, Indonesia.


Masih di kawasan Lembang, tidak jauh setelah meninggalkan kota Bandung (di Jalan Setiabudi), orang-orang dapat melihat kediaman Presiden Ketiga RI BJ Habibie, sebelum istri Habibie meninggal dunia, mereka juga menghabiskan waktu dengan keluarga mereka di Jerman, negara di mana Habibie pernah belajar, bekerja dan berdomisili sebelum kembali ke tanah air untuk membantu mantan Presiden Soeharto kala itu.

Beberapa tempat menarik untuk dikunjungi di wilayah Lembang:



AIR TERJUN MARIBAYA

Air Terjun Maribaya terkenal karena ketinggian air terjunnya yang mencapai 25 meter dan masih menjadi bagian dari obyek wisata di Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Juanda atau Dago Pakar yang berlokasi di Maribaya. Walaupun berada di dalam area Tahura Ir. H. Juanda, air terjun ini lebih mudah dicapai melalui pintu masuk V di Jalan Maribaya, yang terletak sekitar 3 kilometer dari Pasar Lembang.


Air Terjun Maribaya Air Terjun Maribaya Air Terjun Maribaya Air Terjun Maribaya
Air Terjun Maribaya Air Terjun Maribaya Air Terjun Maribaya

Terkadang pengunjung memilih untuk berjalan kaki dari air terjun ini menuju Taman Dago Pakar atau menggunakan alternatif jalan lainnya untuk menikmati pemandangan alam yang indah. Sebagai referensi, Air Terjun Maribaya bisa dicapai dengan berjalan kaki selama sekitar satu jam dari pintu masuk Taman Dago Pakar (air terjun ini terletak sekiar 6 kilometer dari Dago).

Lokasi:di dalam Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda (lihat artikel di atas) atau pintu masuk V, yang terletak sekitar 3 kilometer dari Pasar Lembang
Telepon:022 2515895
Fax:022 2507891
Biaya masuk: Rp. 8.000/orang untuk wisatawan lokal
Rp. 50.500/orang untuk wisatawan asing
Biaya pemandu (jika ingin dipandu oleh orang setempat) Rp. 50.000-Rp. 100.000
Jam operasional:setiap hari, pk. 8:00-16:00
Fasilitas: Toilet
Warung
Toko bunga
Mushola
Cara menuju ke sana:dari pasar Lembang Anda bisa naik angkot Maribaya-Lembang, yang menuju ke Maribaya (tarif: Rp. 4.000 dengan waktu tempuh kira-kira 30 menit) atau naik ojek (tarif: Rp. 10.000 dengan 20 menit perjalanan). Dari stasiun Bandung naik angkot ke stasiun Dago. Dari stasiun Dago disambung dengan angkot ke stasiun Dago Pakar (ongkos: sekitar Rp. 5.000). Air terjun ini berjarak sekitar 6 kilometer dari stasiun Dago Pakar. Ojek juga dapat dijadikan pilihan dengan ongkos sekitar Rp. 15.000
Keterangan:hanya menerima pembayaran dengan uang tunai.

OBSERVATIORIUM ASTRONOMI BOSSCHA

Observatorium Bosscha terletak di Lembang yang berada pada ketinggian lebih dari 1300 meter di atas permukaan laut. Observatorium ini diresmikan pada tahun 1923 oleh D. Fock, Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu. Nama observatorium ini sendiri diambil dari Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang “penduduk lokal” yang mendonasikan sebagian tanahnya untuk pembangunan observatorium ini.


Bosscha Astronomical Observatory Bosscha Astronomical Observatory

Observatorium Bosscha sekarang dirawat dan dikelola oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung.

Observatorium Bosscha adalah observatorium astronomi terbesar di Indonesia dan juga satu-satunya di Asia Tenggara. Pada tanggal 19-27 Agustus 2008 Bosscha menjadi tuan rumah Olimpiade Astronomi dan Astrofisika Internasional (IOAA) ke-2 yang diikuti oleh 89 pelajar dari 21 negara.


Lokasi: Observatorium Bosscha, Jl. Penoropongan Bintang, Lembang (kira-kira 10 kilometer ke arah utara Cihampelas Walk)
Telepon/Fax:022 2786001
Website:www.as.itb.ac.id atau www.bosscha.itb.ac.id
Email:kunjungan@as.itb.ac.id
Jam Operasional: Kunjungan siang:
* Selasa-Kamis, pk. 9:00, 11:00, 13:00 (khusus rombongan min. 25 hingga 150 orang)
* Jumat, pk. 9:00, 13.00 (khusus rombongan min. 25 hingga 150 orang)
* Sabtu, pk. 9:00-13.00 (khusus keluarga, maks. 25 orang)
Kunjungan malam: jadwal ditentukan oleh observatorium, hanya 3 malam per bulan pada musim kemarau (April-Oktober), pk. 17.00-20.00
Biaya masuk:Rp. 7.500/orang untuk kunjungan siang (baik rombongan maupun individu). Rp. 10.000/orang untuk kunjungan malam
Fasilitas: Pemandu wisata
Perpustakaan
Museum
Toilet
Toko cinderamata
Cara menuju ke sana:dengan angkot: dari terminal Ledeng, naik angkot jurusan Lembang (perjalanan sekitar 6 kilometer ke arah utara), katakan kepada sopir untuk menurunkan Anda di Bosscha (di Batu Reok, ongkos: Rp. 3.000). Dari sana bisa dilanjutkan dengan naik ojek (ongkos: Rp. 5.000) atau berjalan kaki ke observatorium ini (jalan menanjak sekitar 800 meter dari tempat turun dari angkot/tempat parkir bawah)
Keterangan: disarankan melakukan reservasi lebih awal (paling lambat dua minggu sebelum tanggal kunjungan). Untuk kunjungan siang hari, pengunjung akan mendapatkan informasi umum mengenai astronomi dan untuk kunjungan malam hari pengunjung dapat menggunakan peralatan observasi. Disarankan untuk datang tepat pada waktu yang sudah dijadwalkan. Kunjungan dapat dibatalkan jika ada kegiatan internal yang mendesak.

Halaman selanjutnya: Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda | Villa Isola | Gua Maria Karmel, Vihara Vipassana | Taman Wisata Maribaya - jangan dilewatkan!

Kembali ke atas







Komentar Anda Untuk Lembang:
(via kolom dibawah ini atau via Facebook Anda)


Nama:

date

Komentar:

0 komentar

Isi komentar adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Anda sebagai pengirim komentar harus membaca dan sepenuhnya menyetujui Syarat dan Ketentuan Komentar Anda (klik disini), Syarat dan Ketentuan (klik disini) serta Kebijakan Privasi (klik disini) JoTravelGuide.com.




Kembali ke atas