Bandung adalah ibukota provinsi Jawa Barat, kota dengan jumlah penduduk lebih dari 2,393 juta jiwa (data tahun 2010). Sejarah mencatat, ratusan tahun lalu Bandung hanyalah sebuah desa yang terdiri dari 25 sampai 30 rumah saja. Kemudian, desa kecil ini menjadi bagian dari Kerajaan Hindu Padjadjaran.

Pada masa kejayaanya, wilayah kekuasaan Kerajaan Padjadjaran mencapai wilayah pelabuhan Sunda Kelapa (sekarang bagian dari kota Jakarta). Pada tahun 1579, kerajaan ini diserang dan ditaklukan oleh pasukan dari Kesultanan Banten (sekarang merupakan bagian utara Provinsi Jawa Barat). Serangan dari Kerajaan Banten ini sekaligus mengakhiri era kerajaan Hindu di Jawa Barat yang telah berkuasa selama 200 tahun.

Walaupun telah ditaklukan oleh Kesultanan Banten, kesenian dan pertunjukan tradisional Sunda, (Bandung dalam hal ini), yang diwariskan sejak era kerajaan Hindu masih dilestarikan dan ditampilkan hingga sekarang. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kesenian dan pertunjukan tradisional Bandung dapat dilihat di bagian “Aktivitas Wisata” di Bandung”. Beberapa tahun kemudian, Belanda mendarat dan mulai menaklukkan Pulau Jawa. Di akhir tahun 1700, pemerintah Belanda mulai membangun jalan penghubung antara Bandung dengan Batavia (sekarang Jakarta), Bogor, Cianjur, dan Sukabumi dengan mempekerjakan masyarakat setempat

Groote Postweg atau Great Post Road, sekarang dikenal sebagai Jalan Asia Afrika, juga dibangun sebagai jalan utama di Bandung. Herman Willem Daendels yang merupakan Gubernur Jenderal Hindia Belanda (sekarang Indonesia) pada saat itu memperluas proyek pembangunan jalan tersebut hingga menghubungkan Bandung dengan Batavia (sekarang Jakarta) pada tahun 1808.

Pada saat itu, Bandung dipilih menjadi kota pusat pemerintahan Belanda dan bangunan bernuansa ”art-deco” karena memiliki iklim sejuk dengan suhu udara yang berkisar antara 10°C hingga 20°C. Klik disini untuk wisata ke bangunan bersejarah di Bandung. Pada awal tahun 1900, Bandung dijuluki sebagai “Parisj van Java” dan dihuni oleh 150.000 penduduk dari berbagai suku bangsa. Saat ini masih terdapat ratusan bangunan bernuansa ”art-deco” di Bandung, seperti Hotel Savoy Homann, Villa Isola, dan sebagainya. Bangunan ”art-deco” serupa juga banyak ditemukan di Brazil, Kuba, dan Miami.



Kota Bandung sendiri secara resmi didirikan pada tahun 1810 oleh Bupati R.A. Wiranatakusumah II. Saat ini, bersama dengan tiga wilayah terdekat lainnya (Kabupaten Bandung, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Garut), jumlah penduduknya kian membludak hingga menjadi lebih dari 10 juta jiwa, termasuk lebih dari 7000 jiwa diantaranya merupakan orang asing.

Pada umumnya, penduduk Bandung berbicara dengan menggunakan Bahasa Sunda, bahasa daerah yang digunakan lebih dari 20 juta orang di Jawa Barat (Bahasa Sunda merupakan bahasa daerah yang paling banyak digunakan di Jawa Barat).

Bandung memiliki luas wilayah sekitar 165 km2. Titik tertinggi kota ini berada di sebelah utara, tempat di mana terdapat banyak kafe dan restoran yang menarik. Tangkuban Perahu, kawasan wisata yang banyak dikunjungi turis untuk melihat kawah gunung berapi dari jarak dekat juga terletak di sebelah utara kota Bandung (sekitar 30 kilometer). Informasi lebih lanjut tentang “Tangkuban Perahu”. Pada tanggal 18 hingga 24 April 1955, Indonesia menggelar Konferensi Asia Afrika pertama di Gedung Merdeka (seperti yang telihat di sebelah kanan). Konferensi ini dihadiri oleh 29 pemimpin negara dunia ketiga yang mewakili setengah populasi penduduk dunia. Gerakan Non Blok kemudian terbentuk sebagai hasil Konferensi Asia Afrika pertama ini. Pada April 2005, pemimpin dari negara-negara yang dulu hadir ditambah 74 negara lainnya (total lebih dari 100 negara) berkumpul kembali di Bandung untuk memperingati Konferensi Asia Afrika ke-15, yang juga dihadiri oleh Kofi Annan, Sekretaris Jendral PBB pada saat itu.


Bandung juga terkenal sebagai kota pendidikan di Indonesia. Ratusan institusi pendidikan berada di kota ini. Institusi teknologi pertama (Technische Hogeschool) didirikan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1920, yang kemudian diberi nama Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada 1999, ITB menduduki peringkat ke-15 untuk kategori Perguruan Tinggi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di kawasan Asia Pasifik, menurut Majalah Asiaweek. Di ITB jugalah Akademi Kesenian pertama kali muncul di Indonesia, yang pada awalnya hanya diperuntukkan bagi pelatihan guru-guru kesenian. Akademi ini diresmikan pada tahun 1947. Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, juga merupakan lulusan teknik sipil universitas ini pada tahun 1920.



Bandung memperkuat citranya sebagai kota teknologi ketika Dr. B.J. Habibie (presiden ketiga Republik Indonesia dan mantan Menteri Riset dan Teknologi RI) membangun perusahaan dirgantara Indonesia, IPTN, pada 26 April 1976. Berlokasi di pinggiran kota Bandung, IPTN telah menjual beberapa pesawat turbo dan helikopter, seperti CN 235 dan NC-212, di Indonesia dan luar negeri, serta membangun komponen pesawat untuk produsen pesawat internasional, termasuk komponen pesawat Airbus A380. Selain kedirgantaraan, juga banyak industri teknologi lainnya yang berkantor pusat di Bandung, seperti PT Telkom, perusahaan Persenjataan Nasional (PT Pindad), dan Kereta Api Indonesia.

Bandung terus berubah. Meski untuk sebagian orang lalu lintas di Bandung masih tergolong wajar, namun akan lebih baik jika menghindari jalan-jalan utama saat akhir pekan dan hari libur nasional. Hal ini dikarenakan jalan-jalan utama tersebut akan dipenuhi pengunjung, yang sebagian besar berasal dari Jakarta. Saat kemacetan lalu lintas yang parah, perjalanan yang biasanya hanya ditempuh dalam waktu 40 menit bisa menjadi 2 jam!

Suhu udara di Bandung pada siang hari sekitar 30°C dan turun menjadi sekitar 17°C pada malam dan dini hari. Daerah-daerah tertentu di kota Bandung, seperti Jalan Jenderal Sudirman merupakan daerah yang berpolusi dan berdebu. Walaupun demikian, kota Bandung dan sekitarnya tetap memiliki banyak tempat menarik yang pantas dikunjungi. Kota ini terkenal dengan berbagai macam barang murah serta penduduk yang ramah dan suka menolong

Selamat Datang ke Bandung!



Kembali ke atas




Jelajahi Bandung

Semoga informasi awal kami ini dapat membantu Anda menentukan tujuan liburan Anda selanjutnya.

tangkuban perahu

Wajib dikunjungi: Tangkuban Perahu!

gedung merdeka

Penuh dengan bangunan bersejarah!

tempat belanja

Surga belanja!

galeri bandung

Galeri yang menarik dikunjungi.