versi cetak kamp pengungsi vietnam batam  

| Kamp Pengungsi Vietnam | Makam Nong Isa | Rumah Limas Potong |



Kamp Pengungsi Vietnam di Pulau Galang, Batam merupakan tempat bersejarah bagi sekitar 250.000 pengungsi dari Vietnam pada tahun 1979-1995. Kamp ini dibangun atas kerja sama UNHCR, salah satu organisasi di bawah PBB yang menangani dan membantu para korban perang, dengan pemerintah Indonesia. Dengan menggunakan lahan seluas 80 hektar, UNHCR dan pemerintah Indonesia membangun sebuah kamp pengungsian bagi warga Vietnam di Pulau Galang pada 1979. Layaknya sebuah 'kota' baru, kamp tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum, mulai dari sekolah, tempat ibadah (gereja, vihara, masjid), rumah sakit, tempat pemakaman, kantin, barak, dan bahkan rumah tahanan.


Kisah kamp pengungsian ini berawal dari perang sipil yang berlangsung cukup lama di Vietnam, yaitu dari 1959-1975 yang turut melibatkan beberapa negara lain, seperti Amerika Serikat dan Rusia. Pasca perang tersebut, banyak warga Vietnam yang lari dari negaranya dengan alasan keamanan dan untuk mencari perlindungan. Dengan menggunakan perahu kayu, mereka mengarungi Laut China Selatan selama berbulan-bulan. Beberapa dari mereka pun ada yang meninggal saat di perjalanan tersebut, namun sebagian besar juga berhasil mencapai daratan, termasuk di beberapa pulau di Indonesia, seperti di Kepulauan Natuna dan Bintan. Karena alasan ini pulalah mereka disebut sebagai "manusia perahu".


Kamp Pengungsi Vietnam Kamp Pengungsi Vietnam Kamp Pengungsi Vietnam
Kamp Pengungsi Vietnam Kamp Pengungsi Vietnam Kamp Pengungsi Vietnam


Klik gambar di atas untuk menampilkan foto Kamp Pengungsi Vietnam yang lebih besar.


Pada 1979, mereka semua dipindahkan ke kamp pengungsian di Pulau Galang. Selama sekitar 16 tahun mereka tinggal di pulau ini, hidup dengan terpisah dari dunia luar. Hal ini sengaja dilakukan untuk mempermudah pengawasan dan penjagaan keamanan di sekitar kamp. Hingga akhirnya pada 1995 kamp ini ditutup setelah para pengungsi tersebut berhasil mendapatkan suaka dari beberapa negara, seperti dari Amerika Serikat dan Australia, maupun kembali ke negara asal mereka, Vietnam. Kamp ini pun akhirnya mulai dibuka untuk umum pada 1998, setelah pembangunan Jembatan Barelang selesai dilakukan.

Saat ini, beberapa fasilitas kamp masih ada yang berfungsi dengan baik, seperti Pagoda Quan Am Tu, Pagoda Chua Kim Quan, dan Gereja Katolik Nha Tho Duc Me Vo Nhiem. Tempat ibadah ini masih digunakan oleh para pengunjung yang ingin beribadah maupun bersembahyang di dalam area kamp. Dua buah kapal kayu yang dulu digunakan para pengungsi pun masih bisa Anda lihat, diletakkan di dekat Museum Kamp Pengungsi Vietnam Pulau Galang. Museum ini menyimpan berbagai barang peninggalan para pengungsi, seperti KTP, foto, hingga benda-benda kerajinan tangan mereka, berupa lukisan, taplak meja, miniatur rumah, dll.


Kamp Pengungsi Vietnam Kamp Pengungsi Vietnam Kamp Pengungsi Vietnam
Kamp Pengungsi Vietnam Kamp Pengungsi Vietnam Kamp Pengungsi Vietnam


Klik gambar di atas untuk menampilkan foto Kamp Pengungsi Vietnam yang lebih besar.


Tepat di depan museum, terdapat sebuah bangunan bekas kantor Brimob kepolisian RI dan penjara untuk para pengungsi Vietnam yang melakukan tindak kejahatan, seperti merampok, kabur dari tempat pengungsian, membuat minuman keras, dll. Sebuah patung kemanusiaan atau "humanity statue" di dalam area kamp dibangun untuk mengenang Tinh Nhan, seorang pengungsi wanita Vietnam yang nekat bunuh diri setelah diperkosa oleh sesama pengungsi. Tidak jauh dari Humanity Statue, terdapat pemakaman Ngha Trang, di mana lebih dari 500 pengungsi dimakamkan di tempat ini. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika hingga saat ini masih ada para keluarga para pengungsi Vietnam yang berkunjung ke kamp ini, juga mantan pengungsi yang saat ini tinggal di beberapa negara lainnya, seperti dari Amerika Serikat, Australia, Belanda, Singapura, dsb.


Lokasi:sekitar 50 kilometer dari pusat kota Batam, Desa Sijantung, Pulau Galang Baru
Jam operasional:hari biasa, pk. 7:30-16:30; akhir pekan, pk. 7:30-17:00
Biaya masuk:Rp. 3.000/orang, Rp. 5.000/sepeda motor, Rp. 10.000/mobil, Rp. 30.000/mini bus, Rp. 50.000/bus pariwisata
Fasilitas:mesjid, gereja, kantin, toilet, pemandu wisata gratis
Fasilitas umum terdekat:warung, toko kecil, salon
Tempat menarik terdekat:Pantai Melur
Cara menuju ke sana:dengan menggunakan kendaraan pribadi atau taksi akan memakan waktu sekitar 1 jam dari Batam Center. Jika Anda menggunakan taksi ke tempat ini, pastikan Anda sudah memberitahu sebelumnya bahwa Anda minta ditunggu. Klik disini untuk perkiraan biaya taksi dari kota Batam
Keterangan:saat menjelajahi kawasan kamp dengan kendaraan bermotor, harap berhati-hati dengan monyet-monyet yang berkeliaran di sepanjang jalan. Lepas sepatu atau sandal Anda sebelum memasuki vihara dan masjid. Dilarang mengambil foto di dalam vihara. Untuk kunjungan kelompok atau ingin menggunakan jasa tour guide, pemberitahuan minimal 1 minggu sebelum kedatangan. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi Bp. Said Adnan di nomor telepon: 081364215278.

...Jembatan Barelang :Halaman sebelumnya | Halaman berikut: Makam Nong Isa...



Booking.com





Komentar Anda:


Nama:

date

Komentar:

0 komentar

Isi komentar adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Anda sebagai pengirim komentar harus membaca dan sepenuhnya menyetujui Syarat dan Ketentuan Komentar Anda (klik disini), Syarat dan Ketentuan (klik disini) serta Kebijakan Privasi (klik disini) JoTravelGuide.com.



Kembali ke atas


jika anda tertarik menyumbang untuk membantu kelangsungan tayang situs ini, kami dapat menerima bantuan melalui tombol paypal "Donate" dibawah ini. terima kasih





Booking.com