Tempat Bersejarah : Rumah Limas Potong

Rumah Limas Potong

Rumah Limas Potong merupakan salah satu bentuk rumah adat Melayu di Kepulauan Riau. Memiliki bentuk yang khas, yaitu berupa rumah panggung dengan tinggi sekitar 1,5 meter dari permukaan tanah dengan bagian atap menyerupai sebuah limas yang terpotong. Rumah ini memiliki lima bagian utama, yaitu teras, ruang depan, tengah, belakang (tempat tidur), dan dapur. Bagian depan rumah digunakan untuk memajang foto-foto sejarah tentang rumah limas potong ini, ruang tengah berisi diorama pengantin khas Melayu, dan bagian belakang merupakan sebuah ruangan yang berisi tempat tidur berkelambu yang menyatu dengan dapur.

Peralatan dapur dan makan khas Melayu masih terawat dengan baik dan dipajang di bagian dapur rumah, seperti piring, sendok, panci, tungku kayu, beberapa tempayan, dan peralatan dapur lainnya. Pada zaman dahulu, salah satu tempayan yang berukuran besar itu ditaruh di luar rumah, yaitu di sebelah anak tangga bawah. Tempayan itu berisi air yang digunakan setiap orang untuk mencuci kaki mereka setiap kali akan masuk ke dalam rumah. Seperti adat Melayu pada umumnya, setiap orang yang akan masuk ke dalam rumah harus melepas sepatu maupun sandal mereka terlebih dahulu, kemudian mencucinya dengan air bersih.

Rumah tradisional ini merupakan milik Haji Sain, salah satu penduduk Batam yang sudah mulai menempati rumah ini sejak November 1959. Rumah ini berada di tengah-tengah perkampungan melayu, kontras dengan rumah-rumah di sekitarnya yang lebih modern. Saat ini, keberadaaan rumah adat limas potong ini menjadi sulit untuk ditemukan di Batam. Karena alasan itu, rumah milik Haji Sain ini akhirnya dijadikan sebagai cagar budaya oleh pemerintah kota setempat. Setelah mengalami beberapa renovasi pada bagian rumah –tanpa menghilangkan bentuk aslinya— rumah adat limas potong ini diresmikan sebagai tempat wisata dan terbuka untuk umum pada November 2011.


Lokasi:Kampung Melayu, RT 01 RW 08, Kel. Batu Besar, Nongsa
Jam operasional:setiap hari, pk. 9:00-17:00
Biaya masuk:gratis (sumbangan sukarela diharapkan)
Fasilitas umum terdekat:mesjid, warung
Tempat menarik terdekat:pantai di sepanjang pesisir Nongsa
Cara menuju ke sana: Dengan angkot: dari Nagoya naik metro trans jurusan "Jodoh-Nongsa" (berwarna merah muda atau putih) dan turun di pertigaan Batu Besar (tarif: RP. 8.000 untuk kurang lebih 40 menit perjalanan). Dari sana dilanjutkan dengan naik ojek ke Rumah Limas Potong (tarif: RP. 15.000 selama sekitar 15 menit perjalanan). Karena di tempat ini jarang terdapat kendaraan umum, jangan lupa untuk meminta tukang ojek tersebut untuk menunggu Anda
Dengan kendaraan pribadi atau taksi dari Nagoya membutuhkan waktu sekitar 35 menit
Keterangan:koleksi sejarah yang disimpandi dalam rumah ini tergolong sedikit. Meskipun tidak tersedia pemandu wisata, namun Bp. Abdul Rasjid (penjaga sekaligus pewaris rumah limas potong) akan dengan senang hati membantu Anda. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubunginya di nomor telepon: 081364495689.

...Makam Nong Isa :Hlmn sebelumnya | Hlmn berikut: Tempat Religius...