japaneseSebenarnya Gunung Padang bukanlah sebuah gunung, melainkan sebuah dataran tinggi atau bukit di Padang. Namun bukit ini oleh penduduk setempat disebut dengan Gunung Padang. Di sekitar tempat ini Anda akan menemukan beberapa tempat menarik untuk Anda kunjungi. Di kaki Gunung Padang, terdapat sebuah meriam tua Jepang yang digunakan saat Perang Dunia II. Saat ini, lokasi meriam tua Jepang juga digunakan warga setempat sebagai tempat penyimpanan sebagian barang-barang mereka. Anda masih dapat melihat meriam tua tersebut, meski sekarang berada di teras rumah penduduk. Karena lokasinya yang sedikit “tersembunyi” itu, bertanyalah kepada warga sekitar dan mereka akan memberikan petunjuk jalan menuju meriam ini.

Klik foto di atas untuk menampilkan beberapa foto yang lebih besar di sekitar Gunung Padang.

Tidak jauh dari meriam bekas Perang Dunia II ini, terdapat sebuah trotoar di sepanjang pantai yang menuju gunung, tempat di mana makam Siti Nurbaya (salah satu legenda Padang) berada. Makam tersebut berada di puncak gunungnya. Untuk menuju makam, Anda harus berjalan kaki selama kurang lebih 40 menit melewati trotoar dan anak tangga yang kurang terawat. Pemandangan kota Pandang yang indah bisa Anda lihat dari atas puncak gunung tersebut.

Di sebelah kanan, terdapat tangga menuju ke kompleks Pemakaman Cina. Sangat disayangkan, area ini kurang begitu terawat yang bisa dilihat dari beberapa makam yang tertutup oleh rumput. Walaupun demikian,tempat ini masih aktif digunakan dan ramai dikunjungi warga saat perayaan-perayaan hari besar China.

Lokasi:Jl. Kampung Batu melalui Sungai Batang Arau
Cara menuju ke sana:naik angkot menuju ke “Muara” dari Pasar Raya. Ongkos Rp. 2.000
Keterangan:beberapa tempat wisata yang ada di sekitar Gunung Padang dalam kondisi yang kurang terawat.

Jembatan Siti Nurbaya

Siti NurbayaJembatan Siti Nurbaya adalah jembatan yang menghubungkan Padang dan Gunung Padang. Jembatan ini memiliki panjang sekitar 60 meter dan selesai dibangun pada tahun 2005. Pada umumnya masyarakat setempat menghabiskan sore atau malam hari mereka di jembatan ini, terutama saat malam Minggu. Jembatan ini adalah tempat nongkrong malam hari paling favorit di kalangan warga setempat, di bawah lampu jalan berbentuk tanduk yang diadaptasi dari bentuk atap rumah tradisional Minangkabau (Rumah Gadang).

Klik gambar di sebelah kanan untuk menampilkan beberapa foto yang lebih besar dari Jembatan Siti Nurbaya.

Di sepanjang jembatan, Anda akan menemukan sederet warung makan, yang menjual berbagai macam makanan ringan, seperti jagung bakar dan minuman ringan atau jus buah. Dari atas jembatan Anda dapat melihat aktivitas kapal-kapal di Pelabuhan Muara, bangunan-bangunan tua masa pemerintahan Hindia Belanda, dan juga pemandangan dari Gunung Padang, sambil menikmati jagung bakar di bawah gemerlapnya lampu jalan.



...Monumen :Halaman sebelumnya | Halaman berikut: Padang-Bukittinggi...






Komentar Anda:


Isi komentar adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Anda sebagai pengirim komentar harus membaca dan sepenuhnya menyetujui Syarat dan Ketentuan Komentar Anda (klik disini), Syarat dan Ketentuan (klik disini) serta Kebijakan Privasi (klik disini) JoTravelGuide.com.




Kembali ke atas


jika anda merasa halaman ini bermanfaat dan tertarik menyumbang untuk membantu kelangsungan tayang situs ini, kami dapat menerima bantuan melalui tombol "Donate" dibawah ini. terima kasih