Museum Adityawarman

Museum
Museum Adityawarman atau Museum Negeri Provinsi Sumatera Barat berada di pusat kota Padang. Museum ini dibangun pada 1976 dan secara resmi dibuka untuk umum pada 16 Maret 1977 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, Prof. Dr. Syaief Thayeb. Dengan menempati area seluas 2,5 hektar, Museum Adityawarman dikelilingi oleh sebuah taman luas yang tertata dengan rapi.

Klik foto di sebelah kanan untuk menampilkan beberapa foto yang lebih besar dari Museum Adityawarman.

Museum ini mengkoleksi 6.000 benda pusaka Minangkabau yang diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok: geologis/geografis, biologis, etnografis, arkeologis, sejarah, numanistik, filologis, ceramology (berkaitan dengan benda-benda yang terbuat dari keramik), seni 3 dimensi, dan teknologi. Semua koleksi tersebut disimpan di sebuah rumah tradisional Minangkabau, yang terletak di depan dua lumbung padi (dalam Bahasa Minang juga dikenal sebagai Rangkiang). Semua koleksi dipisahkan dalam lima ruangan:

1. Ruang Budaya Matrilineal Sumatera Barat menampilkan miniatur rumah tradisional, bagan sistem matrilineal di Sumatera Barat, pakaian tradisional, dan lainnya.
2. Ruang Kehidupan Sehari-hari Minang menampilkan peralatan yang digunakan di kehidupan sehari-hari, seperti alat tenun, peralatan masak tradisional, alat mengukir, alat memancing, dan lainnya.
3. Ruang Sejarah Geologis dan Budaya menampilkan batu prasasti, ukiran kayu, dan lainnya.
4. Ruang Pakaian Adat dan Peralatan Upacara menampilkan pakaian tradisional Sumatera Barat serta perlengkapan yang biasanya digunakan untuk kegiatan upacara seperti upacara pernikahan.
5. Ruang Budaya Suku Mentawai menampilkan perlengkapan aktivitas sehari-hari dan foto dari penduduk Mentawai.


Lokasi:Jl. Diponegoro No. 10, Padang
Telepon:0751 31523
Jam operasional:Selasa-Minggu, pk. 8:00-16:00. Tutup pada hari Senin
Biaya masuk:Rp. 1.500/dewasa, Rp. 800/anak-anak
Fasilitas:toilet, kantin, bahasa yang tersedia: Bahasa Indonesia dan Inggris, kafetaria, tempat parkir, mushola, perpustakaan, ruang pameran, taman bermain anak-anak
Cara menuju ke sana:dari Jl. Imam Bonjol/Jl. Bundo Kanduang, Museum Adityawarman dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 10 menit ke arah selatan menuju Jl. Gereja (yang terdapat toko camilan ‘Kripik Balado Shirley’), lalu belok kanan ke Jl. Diponegoro
Keterangan:museum tutup di hari Senin tetapi kantor tetap buka sehingga pengunjung bisa bertanya informasi tentang museum tanpa masuk ke dalam untuk melihat koleksinya. Mengambil foto di luar dan di dalam museum diperbolehkan. Mereka memiliki beberapa program regular, seperti pameran, workshop, kompetisi, dan lainnya yang diadakan di gedung yang berada di belakang museum.




...Pantai Padang :Halaman sebelumnya | Halaman berikut: Monumen...






Komentar Anda:


Isi komentar adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Anda sebagai pengirim komentar harus membaca dan sepenuhnya menyetujui Syarat dan Ketentuan Komentar Anda (klik disini), Syarat dan Ketentuan (klik disini) serta Kebijakan Privasi (klik disini) JoTravelGuide.com.




Kembali ke atas


jika anda merasa halaman ini bermanfaat dan tertarik menyumbang untuk membantu kelangsungan tayang situs ini, kami dapat menerima bantuan melalui tombol "Donate" dibawah ini. terima kasih