versi cetak taman margasatwa budaya kinantan museum kinantan dan benteng fort de kock di bukittinggi  

Taman Panorama Ngarai Sianok & Lobang (Gua) Jepang |
Taman Margasatwa Budaya Kinantan, Museum Kinantan, dan Benteng Fort de Kock |
Jam Gadang dan Sekitarnya | Rumah Kelahiran Bung Hatta



Taman Margasatwa Budaya Kinantan, Museum Kinantan, dan Benteng Fort de Kock


Benteng Fort de Kock merupakan benteng peninggalan masa penjajahan Belanda yang dibangun oleh pemerintah Belanda di Bukit Jirek. Nama benteng ini diambil dari nama Wakil Umum Pemerintah Kolonial Belanda, Baron Hendrick Markus de Kock. Dibangun pada tahun 1825, Benteng Fort de Kock dikelilingi oleh 8 meriam sebagai bentuk pertahanannya. Pemerintah Belanda membangun benteng ini untuk mempertahankan diri dari serangan Indonesia selama Perang Padri berlangsung di Sumatera Barat. Perang Padri dipimpin oleh orang Minangkabau bernama Tuanku Imam Bonjol, yang akhirnya tertangkap, lalu dibawa dan dikuburkan di Manado, Sulawesi Utara. Fort de Kock sendiri baru diresmikan pada tanggal 15 Maret 2003 oleh walikota Bukittinggi, Drs. H. Djufri.

Klik foto di sebelah kanan untuk menampilkan gambar yang lebih besar dari Taman Margasatwa Budaya Kinantan dan benteng Fort de Kock.



Fort de Kock berada di daerah strategis yang bisa dicapai dengan mudah dari pusat kota Bukittinggi. Kondisi benteng ini terpelihara dengan baik dan memiliki tempat duduk permanen yang dapat Anda gunakan untuk duduk dan menikmati indahnya pemandangan Bukittinggi. Di dekat pintu masuk benteng terdapat sebuah restoran Family Benteng Indah yang menyajikan berbagai macam makanan lokal, seperti rendang.

Dalam perkembangannya, Benteng Fort de Kock berada di dalam area Taman Margasatwa Budaya Kinantan (kebun binatang) yang dibangun pada tahun 1927. Kebun binatang ini memiliki beragam koleksi burung, burung merak, rusa, gajah, monyet, macan, dan lainnya. Kemudian pemerintah setempat menambahkan sebuah museum sebagai bagian dari taman margasatwa ini. Museum yang dinamakan Museum Kinantan ini memiliki beragam koleksi seperti miniatur binatang yang dilengkapi dengan informasi tertulis, pakaian pernikahan tradisional, miniatur rumah tradisional, kuningan, tembikar, dan lainnya. Untuk menghubungkan Fort de Kock dan Museum Kinantan (yang dibangun di dua bukit yang berseberangan), dibangun sebuah jembatan (bernama Jembatan Limpapeh) yang melintas di atas Jalan A. Yani. Bangunan atau gedung museum juga beri nama "Rumah Adat Baandjuang".

Lokasi:Jl. A. Yani
Jam operasional:setiap hari, pk. 8:00-17:30
Biaya masuk:Rp. 5.000/orang, Rp. 8.000/orang. Biaya masuk museum: Rp.1.000/orang. Tunggang kuda: Rp. 5.000/orang. Tunggang gajah: Rp. 2.000/orang. Berfoto di pelaminan: Rp. 2.500/orang. Sewa pakaian daerah: Rp. 20.000/orang. Sewa pakaian untuk anak-anak: Rp. 15.000/orang
Fasilitas:toilet (Rp. 1.000/orang), kafe, taman bermain anak-anak, toko merchandise, pusat layanan informasi pariwisata, area parkir, warung dan kios, kantin
Keterangan:tempat ini ramai pengunjung saat akhir pekan dan hari libur nasional. Sebelum masuk ke dalam museum, lepaskan sepatu atau sandal Anda. Saat berada di dalam museum dilarang untuk makan, minum, merokok, serta menyentuh benda-benda koleksi di dalamnya, meskipun demikian Anda diperbolehkan untuk mengambil foto. Mengunjungi Benteng Fort de Kock dan museum melalui Jembatan Limpapeh tanpa menghabiskan banyak waktu di kebun binatang bisa menjadi pilihan yang bagus. Di pintu masuk (pintu keluar dari Benteng Fort de Kock), terdapat pusat layanan informasi pariwisata, tetapi terkadang tidak ada pegawai yang berjaga. Pintu masuk dan pintu keluar terletak di Jl. Canduamato. Terdapat dua toko souvenir tepat di sebelah kiri jalan, di seberang pintu masuk/keluar kebun binatang.

...Bukittinggi :Halaman sebelumnya | Halaman berikut: Jam Gadang...






Komentar Anda:


Isi komentar adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Anda sebagai pengirim komentar harus membaca dan sepenuhnya menyetujui Syarat dan Ketentuan Komentar Anda (klik disini), Syarat dan Ketentuan (klik disini) serta Kebijakan Privasi (klik disini) JoTravelGuide.com.




Kembali ke atas


jika anda merasa halaman ini bermanfaat dan tertarik menyumbang untuk membantu kelangsungan tayang situs ini, kami dapat menerima bantuan melalui tombol "Donate" dibawah ini. terima kasih