versi cetak upacara adat pulau bangka  

Upacara Adat di Pangkal Pinang, Bangka

Tarian | Upacara Adat




Upacara Tradisional Rebo Kasan / Tolak Bala

Upacara Tradisional Rebo Kasan atau Tolak Bala ini merupakan sebuah upacara tahunan berdasarkan kalender Islam, yang dilakukan oleh warga Desa Air Anyir, Merawang, Bangka pada hari Rabu terakhir di bulan Shafar (bulan kedua dalam kalender Islam) dan diadakan di dalam masjid. Secara harfiah 'Rebo Kasan' berarti "Rabu akhir bulan Shafar". Masyarakat setempat percaya bahwa Allah mungkin akan memberikan berbagai macam hukuman, kapan pun, di sepanjang hari Rebo Kasan. Menurut legenda, bencana tersebut akan terjadi di desa-desa jika upacara ini tidak diadakan.

Selama Rebo Kasan, orang-orang diminta untuk menjadi lebih berhati-hati dan tidak melakukan kerja keras atau perjalanan sebelum pukul 14:00. Pemimpin akan meminta pengikutnya untuk berkumpul dan berdoa agar menghindari kemalangan. Orang-orang kemudian pergi ke pantai dan membawa jenis makanan untuk sesaji seperti ketupat yang disebut Ketupat Tolak Bala/Ketupat Lepas dan Air Wafak (air yang telah didoai oleh pemuka adat). Ketupat kemudian dilepas dari daun pembungkusnya dan dilemparkan ke laut. Ini melambangkan orang terlepas dari kemalangan dan terlindung dari marabahaya.

Tradisi Sepintu Sedulang / Nganggung / Sedekah Kampung

'Sepintu Sedulang' memiliki filosofi menjaga kebersamaan hidup, baik dalam suka maupun duka. Acara ini diadakan selama panen lada, upacara adat, perayaan hari raya Islam (Maulid Nabi Muhammad, Festival Ta'aruf, Idul Adha, dll), upacara pernikahan dan pemakaman, dan lainnya. Setiap rumah diharapkan untuk membawa berbagai hidangan dalam sebuah “dulang” (baki bulat besar) untuk dimakan bersama-sama. Ini adalah sebuah komunitas swadaya atau tradisi tolong-menolong antara penduduk di Bangka.

Upacara Mandi Belimau

Upacara Mandi Belimau ini diadakan setiap tahun pada bulan Agustus untuk menyambut Ramadhan (bulan puasa). Biasanya dirayakan 7 hari sebelumnya oleh masyarakat Desa Jada Bahrin di pinggir Sungai Limbung, Kecamatan Merawang. Masyarakat, para pejabat dan bupati setempat berkumpul di suatu tempat untuk kemudian dibasuh oleh beberapa tokoh Islam setempat dengan air suci. Air tersebut diambil dari sumur setempat dan telah diberi doa, serta dicampur dengan lemon dan arang. Warga setempat menganggap air ini sebagai air taubat yang dapat mensucikan diri mereka.

Ceria Imlek Bangka

Ini merupakan perayaan Tahun Baru China di Bangka yang diadakan setiap tahun dan dimeriahkan oleh berbagai atraksi, seperti Barongsai, parade, kembang api, dan lainnya di sekitar kota. Perayaan Tahun Baru China ini diadakan selama satu minggu dan biasanya diadakan pada bulan Februari di beberapa kelenteng.

Sembahyang Kubur/Cheng Beng

Cheng Beng adalah merupakan acara tahunan yang biasanya diadakan di kompleks pemakaman Santosa oleh orang-orang Tionghoa untuk menghormati leluhur mereka. Sembahyang Kubur/Cheng Beng dimulai 10 hari sebelumnya dengan kegiatan membersihkan makam, sedangkan upacara puncaknya biasanya diadakan pada tanggal 5 April. Pada hari itu, orang-orang akan berdoa di makam sambil menaruh beberapa persembahan, seperti buah-buahan (sam kuo), ayam atau babi (sam sang), arak (anggur China), biskuit, makanan vegetarian (cai choi), uang kertas (kim cin), dan sebagainya. Selama upacara ini berlangsung, kompleks pemakaman akan dihiasi dengan lampion (lentera).

Pek Cun/Twan Yang

Pek Cun atau Twan Yang merupakan tradisi lain orang Tionghoa yang berdasarkan pada kepercayaan Kong Hu Cu. Dalam Kong Hu Cu, beberapa orang Tionghoa percaya pada bimbingan Nabi Kong Hu Cu. Dalam kepercayaan ini, Pek Cun disebut juga hari Twan Yang. Twan berarti terang, positif atau matahari. Pada hari Pek Cun mereka dipercayai akan mendapatkan kekuatan positif dari Tuhan. Saat ini, perayaan hari Pek Cun/Twan Yang juga dimeriahkan dengan atraksi barongsai dan berbagai kegiatan lainnya, seperti membuat telur berdiri (orang yang berhasil membuat telur berdiri dipercayai bahwa orang itu penyabar dan akan diberkahi dengan keberuntungan) dan melemparkan kue Bacang ke laut. Malam sebelum upacara berlangsung, para warga keturunan Tionghoa biasanya berkumpul di kelenteng untuk berdoa.

...Tarian :Halaman sebelumnya | Halaman berikut: Belanja..









Komentar Anda:


Nama:

date

Komentar:

0 komentar

Isi komentar adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Anda sebagai pengirim komentar harus membaca dan sepenuhnya menyetujui Syarat dan Ketentuan Komentar Anda (klik disini), Syarat dan Ketentuan (klik disini) serta Kebijakan Privasi (klik disini) JoTravelGuide.com.



Kembali ke atas


jika menurut anda situs kami membantu memberikan informasi terkait, anda dapat menyumbang untuk membantu kelangsungan tayang situs ini, kami dapat menerima bantuan melalui tombol paypal "Donate" dibawah ini. terima kasih