Daftar dari beberapa candi berdasarkan pada tahun konstruksi:


Preah Ko | Bakong | Lolei | Phnom Krom | Prasat Kravan | Mebon Timur | Pre Rup | Banteay Srei |
Phimeanakas dan Istana Kerajaan | Ta Keo | Baphuon | Angkor Wat | Banteay Samre |
Srah Srang | Preah Khan | Teras Gajah | Neak Pean | Ta Som | Ta Prohm | Banteay Kdei | Bayon | Teras Raja Leper


Ta Prohm

Salah satu candi Budha di Siem Reap yang dibangun oleh Raja Jayavarman VII pada tahun 1186 ini terletak sekitar 1,8 km dari Kuil Bantey Kdei. Candi ini dibangun untuk persembahan kepada ibunda sang raja, yang ditransformasikan dalam bentuk Prajnaparamita atau “Kebijakan yang Sempurna”, yang juga merupakan nama ibunda Sang Budha. Candi ini pada awalnya bernama Rajavihara (yang berarti Biara Kerajaan).

Berdasarkan sebuah inskripsi kuno, Ta Phrom sebenarnya merupakan sebuah biara Budha dengan sekitar 12.640 orang yang tinggal di dalamnya, termasuk 18 pendeta tinggi, 2.740 pengurus resmi, 2.232 asisten dan 615 penari. Candi ini memiliki empat gapura dengan hiasan wajah Lokesvara di bagian atas dan garuda di bagian pojok di setiap sisi candi, tiga buah galeri, dan 39 menara dari batu pasir (beberapa sejarawan berpendapat 36 menara) di bagian dalam candi.

Ciri khas dari candi ini adalah terdapatnya pohon-pohon ficus “raksasa” yang tumbuh di beberapa atap candi. Pengunjung bisa melihat akar-akar dari pohon-pohon raksasa ini menempel di dinding candi dan membuat sebuah pemandangan alam yang menakjubkan. Dari beberapa pohon raksasa itu, terdapat satu pohon raksasa di gerbang masuk atau gapura timur yang disebut “Pohon Buaya”, karena bentuknya yang menyerupai seekor buaya.

Klik foto Ta Phrom di atas untuk menampilkan beberapa foto yang lebih besar dan klik di sini untuk informasi lebih lengkapnya (dari the Angkor Guide.com).

Banteay Kdei

Terletak di sebelah selatan Ta Phrom, pengunjung dapat pergi ke Banteay Kdei hanya dengan berjalan sepanjang 600 meter dari Ta Phrom ke gerbang masuk sebelah barat Banteay Kdei. Candi Budha ini dibangun oleh Raja Jayavarman VII pada pertengahan abad ke-12 dan terletak di area seluas 700 meter x 500 meter (dari dinding terluar), termasuk area suci seluas 63 meter kali 50 meter di dalamnya. Candi Banteay Kdei terbuat dari batu pasir halus.

Sama seperti Ta Phrom, model bangunan Banteay Kdei sangat mirip dengan Angkor Wat dan Bayon. Candi ini memiliki galeri, menara tempat ibadah dan empat gapura yang dihiasi dengan wajah Lokesvara pada bagian atasnya dan motif garuda di bagian pojoknya. Namun, tidak seperti Ta Phrom yang sudah pernah direstorasi, candi Banteay Kdei masih asli dan belum pernah direstorasi, sehingga pengunjung pun bisa melihat beberapa galeri yang runtuh dan miring.

Klik foto Ta Phrom di atas untuk menampilkan beberapa foto yang lebih besar dan klik di sini untuk informasi lebih lengkapnya (dari the Angkor Guide.com).

Bayon

Terletak di sekitar 3,1 kilometer dari sebelah utara gerbang masuk Angkor Wat, Bayon dibangun pada awal tahun 1200-an oleh Raja Jayavarman VII, sebagai candi Budha. Sebelum Bayon, Jayavarman VII membangun gerbang Angkor Thom (dinding) terlebih dahulu untuk melindungi daerahnya dari musuh, terutama Champa (sekarang: menjadi bagian dari Vietnam). Terdapat juga Istana Kerajaan, di mana JayavarmanVII biasa tinggal, yang letaknya hanya di sebelah utara candi Bayon.

Tidak seperti Angkor Wat, gerbang utama Bayon terbuka menghadap ke timur, di mana Raja biasa mengadakan acara dengan Tari Apsara, atau setelah kembali dari berperang. Sebelum memasuki candi, di sebelah kiri gerbang masuk terdapat sebuah patung Budha sedang tidur dalam kondisi dan tempat yang masih asli. Patung ini melambangkan Budha pergi ke surga.

Menurut sejarawan, Bayon dulunya didekorasi dengan emas. Sekarang, pengunjung tidak akan melihat emas melainkan batu.

Seperti candi Khmer pada umumnya, ada mitos patung-patung singa di Bayon yang dipercaya sebagai lambang keamanan candi, dan patung naga (ular) sebagai dekorasi. Dulu juga ada 54 kepala (ukiran) di Bayon, namun sekarang tinggal tersisa 49 saja.

Begitu memasuki candi, pengunjung disarankan untuk langsung belok kiri (arah selatan) untuk mengikuti ukiran yang ada di dinding kuil. Ukiran tersebut menceritakan kisah perjalanan di masa lalu, yaitu saat Jayavarman VII menyiapkan pasukannya untuk melawan pasukan Champa. Pasukan Champa digambarkan sebagai pria berkumis dan berambut panjang. Ada juga sebuah cerita mengenai kerusuhan, di mana penduduk harus pindah (relokasi).

Ada juga ukiran yang menunjukan saat dimana mereka membunuh kerbau sebagai korban persembahan, ukiran para pedagang dalam komunitas Khmer pada masa itu, ukiran permainan/olah raga lokal, terlebih lagi di dinding sebelah selatan.

Di Bayon, ada 8 menara yang mewakili arah mata angin (utara, timur laut, timur, dan seterusnya). Dulu ada beberapa patung Budha di dalam setiap menara, tetapi sayang, banyak diantaranya yang hilang.

Banyak juga lambang Budha yang hilang, yang terjadi pada saat Raja Jayavarman VIII (adik laki-laki Jayavarman VII) mengambil alih posisi Raja Khmer. Tidak seperti Jayavarman VII, adiknya Jayavarman VIII adalah seorang pengikut Hindu, yang kemudian mengganti banyak lambang Budha menjadi lambang Hindu.

Klik foto Bayon di atas untuk menampilkan beberapa foto yang lebih besar dan klik di sini untuk informasi lebih lengkapnya (dari the Angkor Guide.com).

Teras Raja Leper

Terletak hanya di sebelah utara candi Teras Gajah, candi ini dibangun oleh Raja Jayavarman VII pada akhir abad ke-12. Situs ini memiliki panjang 25 meter dan tinggi 6 meter, dengan sebuah patung telanjang Raja Leper yang duduk di atas teras.

Dikatakan bahwa nama dari candi ini diambil dari patung telanjang Raja Leper tersebut. Namun, sebagian sejarawan berpendapat bahwa patung tersebut bukanlah patung raja, melainkan merepresentasikan Yama, dewa kematian dalam mitologi Budha. Manakah yang benar, hingga saat ini masih misteri.

Sekarang, patung asli dari Raja Leper ini berada di dalam Museum Nasional di Phnom Penh. Patung yang sekarang Anda lihat di Teras Raja Leper adalah tiruannya.

Klik foto Teras Raja Leper di atas untuk menampilkan beberapa foto yang lebih besar dan klik di sini untuk informasi lebih lengkapnya (dari the Angkor Guide.com).




halaman sebelumnya 1 | 2 | 3 | 4 | 5 halaman berikut


Komentar Anda:


Nama:

date

Komentar:

0 komentar

Isi komentar adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Anda sebagai pengirim komentar harus membaca dan sepenuhnya menyetujui Syarat dan Ketentuan Komentar Anda (klik disini), Syarat dan Ketentuan (klik disini) serta Kebijakan Privasi (klik disini) JoTravelGuide.com.



Kembali ke atas