versi cetak buntu pune kete kesu palawa lemo parinding sadan  

Rumah Tradisional Toraja

Buntu Pune | Ke'te kesu | Palawa | Lemo | Parinding | Sa'dan




Menyimak Budaya Tana Toraja

Tongkonan


Beginilah cara Orang Toraja menamakan rumah tradisional mereka: Tongkonan (yang secara harfiah berarti ?duduk?). Saat tiba di Toraja (melalui jalur darat), sebuah Tongkonan besar menunggu dan menyapa siapa saja yang melewati ?gerbang utama? Toraja. Rumah-rumah Tongkonan selalu menghadap ke utara dan atapnya terlihat seperti lekuk dan menyerupai bentuk kapal.

Tongkonan juga dihiasi dengan tanduk dari kerbau air yang biasanya digantung di depan dinding (semua dindingnya terbuat dari kayu). Beberapa dinding Tongkonan dihiasi dengan pola indah yang diukir dan dicat, yang biasanya dicat dengan menggunakan warna kuning, putih, hitam, dan merah, sedang beberapa Tongkonan lainnya tidak didekorasi sama sekali (umumnya merupakan milik orang biasa). Pahatan di dinding Tongkonan menjelaskan status sosial dari pemiliknya.

Ada beberapa ?Tongkonan?, satu digunakan sebagai tempat untuk menyimpan lumbung padi (Tongkonan lebih kecil yang biasanya dibangun di depan rumah), satunya lagi sebagai tempat tinggal, dan lainnya lagi untuk rapat keluarga atau menyimpan mayat anggota keluarga sebelum melakukan upacara pemakaman tradisional.

Tongkonan yang digunakan untuk tempat tinggal biasanya terdiri dari beberapa kamar. Kamar pertama, yang terletak di depan disebut ?Tangado?, yang merupakan kamar untuk anak-anak; kamar tengah yang berfungsi sebagai ruang tamu dan dapur disebut ?Sali? dan yang berada di belakang rumah disebut ?Sumbung?, yang merupakan kamar orang tua.


Buntu Pune

Terdapat 7 lumbung padi tua tradisional dan 2 rumah tua Tongkonan di sini. Selain rumah-rumah tradisional ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan indah Rantepao dari tebing di dekatnya.

Tangga untuk mendaki tebing terletak di dekat lumbung padi ke-7.


Klik gambar di sebelah kanan untuk menampilkan foto Buntu Pune yang lebih besar.


Lokasi:kecamatan Sanggalangi (sekitar 3 kilometer ke arah selatan Rantepao)
Biaya masuk:Rp. 5.000 untuk orang Indonesia dan Rp. 10.000 untuk orang asing
Fasilitas:area parkir dan toilet (tidak terawat dan terkadang tidak bisa digunakan)
Cara menuju ke sana:naik transportasi umum yang menuju ke Makale dan minta sopir untuk menurunkan Anda di tempat ini (tarif: Rp. 15.000)
Keterangan:tangga yang menuju atap tebing saat ini berada dalam kondisi buruk dan bisa sangat licin.

Ke'te Kesu

Ini merupakan situs yang sangat terkenal baik oleh pengunjung domestik maupun mancanegara. Di sini terdapat 6 rumah Tongkonan dan 12 lumbung padi tradisional. Di Ke'te Kesu inilah tempat di mana salah satu rumah Tongkonan tertua berada (usianya sekitar 400 tahun). Rumah ini sekarang dimiliki oleh seorang laki-laki tua, yang merupakan keturunan dari sang pemilik pertama.


Klik gambar di atas untuk menampilkan beberapa foto Ke'te Kesu yang lebih besar.


Lokasi:desa Ke'te Kesu Sanggalangi (sekitar 4 kilometer ke arah selatan Rantepao)
Telepon:0423 ? 21775
Jam operasional:setiap hari, pk. 8:00?17:00
Biaya masuk:orang Indonesia Rp. 5.000, orang asing Rp. 10.000, pelajar lokal Rp. 3.000
Fasilitas:area parkir (di depan), toilet, toko cinderamata
Cara menuju ke sana:naik pete-pete dari Rantepao yang menuju desa Ke'te' (tarif: Rp. 3.000 dengan berkendara selama 10 menit)
Keterangan:mobil tidak diijinkan untuk parkir di dekat kompleks ini. Biasanya mobil diparkir di area parkir sekitar 50 meter dari tempat ini. Pemandu selalu ada di tempat parkir ini.

Palawa

Palawa adalah desa tertua dengan 9 rumah Tongkonan dan 11 lumbung padai tradisional. Atapnya ditutupi dengan lumut dan rumput. Beberapa keluarga yang tinggal di rumah ini mewarisinya dari leluhur mereka.

Klik foto desa Palawa di sebelah kanan untuk menampilkan beberapa foto dengan lebih besar.


Lokasi:sekitar 11 kilometer ke arah timur laut dari Rantepao
Tarif masuk:Rp. 5.000 untuk orang Indonesia dan Rp. 10.000 untuk orang asing
Fasilitas:toko cinderamata dan area parkir
Cara menuju ke sana:naik transportasi umum yang menuju ke Palawa dari Rantepao memakan waktu sekitar 20 menit dan biayanya sekitar Rp. 10.000.

Lemo

Tepat di pintu masuk situs ini, pengunjung akan menemukan tiga rumah Tongkonan yang ditutupi lumut yang masih ditempati hingga saat ini, sementara pada jarak sekitar 50 meter dari area parkir, pengunjung akan melihat tebing yang di dalamnya terdapat banyak "lubang" atau makam. Tau-tau juga diletakkan tepat di pintu masuk. Tebing dan makam-makam yang berada di dalamnya hingga saat ini masih digunakan oleh penduduk sekitar untuk memakamkan keluarga mereka.

Klik gambar di atas untuk melihat beberapa foto Lemo yang lebih besar.


Lokasi:sekitar 4 kilometer ke arah timur laut Makale atau sekitar 11 kilometer ke barat daya Rantepao atau sekitar 10 menit berkendara dari Londa
Biaya masuk:Rp. 5.000 untuk orang Indonesia dan Rp. 10.000 untuk orang asing
Fasilitas:area parkir, toko cinderamata, pemandu, dan toilet
Cara menuju ke sana:dengan transportasi umum: naik pete-pete dari Makale atau dari Rantepao yang menuju Lemo (waktu tempuh sekitar 20 menit dengan biaya sekitar Rp. 10.000)
Keterangan:kondisi jalan bergelombang hingga ke Lemo.

Parinding

Pengunjung akan terpesona dengan pemandangan Parinding yang memukau, di mana rumah-rumah Tongkonan berbaris dengan lumbung padi yang memiliki ukuran sama dan membentang ke selatan. Sedangkan di sisi kiri jalan, pengunjung akan disuguhi dengan pemandangan sawah-sawah yang indah.


Lokasi:sekitar 5 kilometer ke utara Rantepao. Berada di kecamatan Sesean, tepat sesudah Bori
Biaya masuk:_
Cara menuju ke sana:dengan "pete-pete" (tarif: Rp. 6.000) atau dengan ojek (tarif: sekitar Rp. 10.000 atau tergantung pada negosiasi)
Keterangan:jalan bergelombang sepanjang perjalanan dari Bori hingga desa Parinding.

Sa'dan

Ada juga sekelompok rumah Tongkonan dengan sejumlah lumbung padi tradisional di desa ini. Selain rumah-rumah tradisionalnya, Sa'dan juga dikenal sebagai pusat tenun atau ikat di Toraja.

Terdapat banyak pola tenunan tradisional. Beberapa tenunan terbuat dari katun, beberapa terbuat dari sutra, dan beberapa terbuat serat nanas. Harga tergantung pada ukuran kain dan bahan. Harganya selalu bisa dinegosiasikan.


Klik gambar di atas untuk melihat beberapa foto Sa'dan yang lebih besar.


Lokasi:sekitar 12 kilometer ke arah utara Rantepao
Biaya masuk:Rp. 5.000 untuk orang Indonesia dan Rp. 10.000 untuk orang asing
Cara menuju ke sana:naik transportasi umum dari terminal Bolu di Rantepao yang menuju ke desa Sa'dan (tarif: Rp. 10.000).




...Makam Tradisional :Hlmn sebelumnya | Hlmn berikut: Tempat Menarik Lainnya...





Komentar Anda:


Isi komentar adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Anda sebagai pengirim komentar harus membaca dan sepenuhnya menyetujui Syarat dan Ketentuan Komentar Anda (klik disini), Syarat dan Ketentuan (klik disini) serta Kebijakan Privasi (klik disini) JoTravelGuide.com.




Kembali ke atas


jika menurut anda situs kami membantu memberikan informasi terkait, anda dapat menyumbang untuk membantu kelangsungan tayang situs ini, kami dapat menerima bantuan melalui tombol paypal "Donate" dibawah ini. terima kasih