Iklan

Balikpapan, kota pelabuhan yang terletak di bagian timur pulau Kalimantan (Borneo), Indonesia, selain dikenal sebagai kota minyak, juga merupakan kota penghasil kayu dan industri pertambangan lainnya. Kota ini dikenal sebagai kota yang bersih, tenang, dan aman. Balikpapan juga memiliki potensi pariwisata yang menarik untuk dikunjungi


Sekitar 2 jam penerbangan dari: Bali, Jakarta, Surabaya
* lama penerbangan langsung dengan pesawat jet


Dibanding kota-kota besar lain di Indonesia, Balikpapan memiliki sejarah yang “relative baru”. Sebelum penggalian minyak pertama kali dilakukan pada 10 Februari 1897, Balikpapan hanya merupakan desa nelayan kecil. Namun sejak 1897, industri minyak bumi berkembang dan meningkatkan perekenomian Balikpapan. Industri perminyakan di kota ini terkena dampak dari Perang Dunia Kedua saat tentara sekutu membom Balikpapan. Baru setelah tahun 1950 proses rekonstruksi dimulai kembali. Saat ini kemajuan Balikpapan tetap tak lepas dari industri perminyakan dan industri lainnya yang terkait.


...kota yang hijau, hutan konservasi, beragam aktivitas perairan...


Balikpapan bagaimanapun tidak semata-mata tentang minyak bumi saja! Jika anda tertarik dengan ekowisata, anda dapat menjelajahi hutan konservasi yang luas nan hijau, dimana hewan yang dilindungi, seperti Beruang Madu (yang merupakan maskot Balikpapan), Bekantan (monyet berhidung panjang) dan Orang Utan dapat dilihat. Baca di halaman hutan “Wain River”, hutan mangrove Margo Mulyo, dan hutan Karang Joang untuk mengetahui lebih lanjut.

Jika ketenangan di pantai pasir putih dengan air yang berkilau merupakan yang anda cari, pantai Balikpapan mungkin adalah tempat yang tepat untuk anda. Pantai Manggar Segar Sari adalah salah satu pantai populer bagi warga lokal (terletak sekitar 22 kilometer dari pusat kota).

Pecinta hidangan laut juga tidak akan terlupakan. Kota lepas pantai ini juga terkenal dengan deretan restoran masakan laut (seafood). Ragam menu seperti kepiting, udang dan ikan ditawarkan dengan bermacam bumbu lokal, seperti asam-manis, asam- pedas, lada hitam, “nelayan” atau rujak, dan sebagainya. Juga jangan dilewatkan ikan gurame goreng mereka.


...Kehidupan di Balikpapan, Suku Dayak, “desa terapung”...


Dibalik sejarah singkat Balikpapan, beberapa tempat budaya layak untuk dikunjungi, misalnya menjelajahi Kampung Baru, yang merupakan sebuah desa terapung, mengunjungi museum Tanjung Pura (banyak mempertunjukkan persenjataan Perang Dunia II) atau menyaksikan pertunjukkan budaya suku Dayak, dan sebagainya.

Saat ini, Balikpapan dihuni oleh sekitar 530,000 penduduk yang merupakan campuran antara warga Indonesia dan warga asing yang umumnya bekerja di industry perminyakan dan kebanyakan berasal dari Amerika, Perancis atau Australia. Hal ini membuat Balikpapan mengarah sebagai kota kosmopolitan dengan beragam sarana kegiatan wisata seperti pusat perbelanjaan, fasilitas kebugaran, restoran atau pub, pantai hingga kemah di tengah hutan, Balikpapan memiliki semuanya.

Selamat datang di Balikpapan!



Kembali ke atas

Iklan