Iklan

Bandung adalah ibukota provinsi Jawa Barat, dengan jumlah penduduk lebih dari 2.3 juta jiwa (data tahun 2003). Sejarah mencatat, ratusan tahun lalu Bandung hanyalah sebuah desa yang didiami oleh 25 sampai 30 rumah saja. Kemudian, desa kecil ini menjadi bagian dari Kerajaan Hindu Pajajaran.

Pada masa jayanya, wilayah kekuasaan Kerajaan Pajajaran mencapai wilayah pelabuhan Sunda Kelapa (sekarang bagian dari kota Jakarta). Pada tahun 1579, kerajaan ini diserang dan ditaklukan oleh pasukan dari Kesultanan Banten (sekarang merupakan bagian utara Provinsi Jawa Barat). Serangan dari Banten ini mengakhiri era kerajaan Hindu di Jawa Barat

yang telah berkuasa selama 200 tahun.

Walaupun telah ditaklukan oleh kesultanan Islam, kesenian dan pertunjukan tradisional Jawa Barat, (Bandung dalam hal ini), yang diwariskan sejak era kerajaan Hindu masih dilestarikan dan ditampilkan hingga sekarang. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kesenian dan pertunjukan tradisional Bandung dapat dilihat di bagian “Aktivitas Wisata” di Bandung”.


...Kesenian dan pertunjukan Sunda...


Beberapa tahun kemudian, Belanda mendarat dan mulai menaklukkan Pulau Jawa. Di akhir tahun 1700, pemerintah Belanda mulai membangun jalan penghubung antara Bandung dengan Batavia (sekarang Jakarta), Bogor, Cianjur, dan Sukabumi dengan mempekerjakan masyarakat setempat.

Andong in outskirt of Bandung“Groote Postweg” atau Great Post Road, sekarang dikenal sebagai Jalan Asia Afrika, juga dibangun dan merupakan jalan utama di Bandung. Adalah Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu, Herman Willem Daendels, yang memperluas proyek pembangunan jalan tersebut hingga menghubungkan Bandung dengan Batavia pada tahun 1808.

Pada saat itu, Bandung dipilih menjadi kota pusat pemerintahan Belanda dikarenakan Bandung memiliki iklim sejuk dengan suhu udara yang berkisar antara 10°C hingga 20°C.

Di awal tahun 1900, Bandung yang dijuluki sebagai “Parisj van Java” dan dihuni oleh sekitar 150.000 penduduk dari berbagai suku bangsa. Pemerintah Belanda sejak memutuskan Bandung sebagai pusat kota pemerintahan giat membangun gedung-gedung bernuansa ”art-deco” yang dapat dilihat hingga hari ini, seperti Hotel Savoy Homann, Villa Isola, dan sebagainya. Bangunan ”art-deco” serupa banyak ditemukan juga di Brasil, Kuba dan Miami.

Kota Bandung sendiri secara resmi didirikan pada tahun 1810 oleh Bupati R.A. Wiranatakusumah II. Lebih dari 200 tahun kemudian, bersamaan dengan kecamatan Bandung, kecamatan Subang dan kecamatan Garut, Bandung memiliki jumlah populasinya yang kian membludak hingga menjadi lebih dari 10 juta jiwa, termasuk lebih dari 7000 orang asing.

Umumnya penduduk Bandung berbicara menggunakan Bahasa Sunda sebagai sehari-hari mereka (digunakan oleh lebih dari 20 juta orang di Jawa Barat).


  Bandung train station
Stasiun kereta api
  Bandung postal museum
Museum Pos Indonesia
  Bandung cathedral
Katedral Bandung (dibangun tahun 1925)
 

Luas Bandung saat ini adalah sekitar 165 km2 dan titik tertinggi kota Bandung berada di sebelah utara, dimana terdapat banyak kafe dan restoran yang menarik. Tangkuban Perahu, dimana banyak turis berkunjung guna melihat kawah gunung berapi dari jarak dekat juga terletak di sebelah utara kota bandung (sekitar 30 kilometer). Informasi lebih lanjut tentang “Tangkuban Perahu”.

Museum Asia Africa in BandungPada tanggal 18 hingga 24 April 1955, Indonesia menggelar Konferensi Asia Afrika pertama di Gedung Merdeka (seperti yang telihat di sebelah kiri), dimana 29 pemimpin negara dunia ketiga berkumpul (yang mewakili setengah populasi penduduk dunia). Gerakan Non Blok kemudian terbentuk sebagai hasil Konferensi Asia Afrika pertama ini. Tahun 2005, pada bulan April, pemimpin dari negara-negara yang dulu hadir ditambah 74 negara lainnya (total lebih dari 100 negara) berkumpul kembali di Bandung dalam rangka perayaan Konferensi ke-15, yang juga dihadiri oleh Kofi Annan, Sekretaris Jendral PBB.

Bandung sister cityBandung juga terkenal sebagai kota pendidikan, dimana ratusan sekolah didirikan. Institusi teknologi pertama (Technische Hogeschool) didirikan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1920, yang kemudian dinamakan Intitut Teknologi Bandung (rangking 15 untuk kategori Sekolah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ditingkat Asia Pasifik tahun 1999 menurut majalah Asiaweek). Di ITB jugalah Akademi Kesenian Indonesia, yang awalnya hanya diperuntukkan bagi pelatihan guru-guru kesenian, diresmikan pada tahun 1947. Presiden Soekarno juga merupakan lulusan teknik sipil universitas ini pada tahun 1920.


Kurang dari 2.5 jam* dari: Bali, Jakarta, Medan, Batam
* perkiraan waktu penerbangan langsung dengan pesawat jet


Bandung transportationBandung memperkuat citranya sebagai kota teknologi ketika Dr. B.J. Habibie membangun perusahaan dirgantara Indonesia, IPTN, pada 26 April 1976. Berlokasi di pinggiran kota Bandung, IPTN telah menjual beberapa pesawat turbo dan helikopter, seperti CN 235 dan NC-212, di Indonesia dan luar negeri, serta membangun komponen pesawat untuk produsen pesawat internasional termasuk komponen pesawat Airbus A380. Selain kedirgantaraan, juga banyak industri teknologi lainnya yang berkantor pusat di Bandung seperti PT Telkom, perusahaan Persenjataan Nasional dan Kereta Api Indonesia.


…wisata gunung api, factory outlet…


Bandung terus berubah. Kini pada akhir pekan dan hari libur nasional umumnya jalan-jalan di Bandung dipenuhi pengunjung, yang sebagian besar berasal dari Jakarta. Kemacetan menjadi hal yang menjengkelkan namun merupakan pemandangan biasa. Jarak tempuh normal yang biasanya dicapai hanya dalam waktu 40 menit bisa menjadi 2 jam dalam kemacetan lalu lintas yang parah!

Suhu udara di Bandung pada siang hari kini dapat mencapai lebih dari 30°C dan turun pada malam hari/dini hari hingga sekitar 17°C. Daerah-daerah tertentu di kota Bandung seperti di Jalan Jenderal Sudirman merupakan daerah yang terasa sangat berpolusi dan berdebu. Walaupun didera kemacetan Bandung tetap memiliki banyak tempat-tempat menarik yang pantas dikunjungi serta masih terkenal untuk wisata factory outlet serta kulinernya

Selamat Datang di Bandung!



Kembali ke atas

Iklan