Phnom Penh, Kamboja

Phnom Penh, ibu kota Kerajaan Kamboja, memiliki sejarahnya sendiri di awal abad 15 saat Raja Khmer Chao Ponhea Yat memindahkan basis administrasinya dari kota Angkor, dekat Siem Reap ke kota kecil ini.


...sebuah kota dengan kisah sejarah lebih dari 600 tahun...


Sekarang, kota kecil ini telah tumbuh menjadi kota besar yang meliputi area seluas 375 km2 atau 145 mil persegi (sepintas lebih kecil dari Stuttgart di Jerman atau kira-kira sebesar Dublin di Irlandia) dan memiliki tujuh kecamatan atau dalam bahasa Khmer (bahasa resmi negara Kamboja) disebut “Khan” dan 76 komune atau “Sangkat” (dalam bahasa Khmer).

Berdasarkan sejarah Kamboja, nama Phnom Penh diambil dari seorang janda kaya, Daun Penh, yang membangun kuil Wat Phnom pada akhir tahun 1300-an. Saat itu ada kurang dari 10.000 orang mendiami Chaktomuk, atau yang sekarang dikenal sebagai Phnom Penh. Jumlah populasi tersebut bertambah menjadi sekitar 2 juta orang pada tahun 1975, tapi kemudian berkurang menjadi 100.000 orang setelah Khmer Merah mengambil alih kota dan negara.

Informasi lebih lengkap tentang Wat Phnom, Phnom Penh, Kamboja, Informasi lebih lengkap tentang Khmer Merah, Kamboja.

Phnom Penh dan Kamboja kurang diminati di dunia pariwisata selama masa Khmer Merah. Salah satu objek wisata kota, Museum Toul Sleng Genocidal menceritakan kisah sedih dibalik tempat menarik ini pada era Pol Pot (pemimpin Khmer Merah).

Sekarang semuanya telah berubah. Ada sekitar 1,5 juta orang tinggal di ibu kota Reach Thani, Kotamadya Phnom Penh. Kota ini menawarkan banyak aktivitas kepada masyarakatnya dan wisatawan asing. Makanan Khmer yang lezat, hiburan, dan banyak tempat menarik lain untuk dikunjungi, seperti Wat Phnom, Istana Kerajaan, Pagoda Silver, beberapa monument, pasar, museum, toko, dan sebagainya.


...restoran, belanja, tepi sungai (Riverfront), gedung art-deco...


Kota ini juga memiliki banyak gedung art-deco yang menarik, yang dibangun pada masa kolonial Perancis. Gedung art-deco Perancis yang terkenal adalah Pasar Sentral atau Phsar Thom Thmei (dalam bahasa Khmer). Informasi lebih lengkap tentang Phsar Thom Thmei di Phnom Penh, Kamboja.

Pada tahun 2006 Phnom Penh, kota kembar dari Long Beach dan Rhode Island di Amerika Serikat, memenangkan dua penghargaan, First Price Leadership di London dan First Price of Environment di Australia. Selama World Leadership Forum 2007 di London yang dihadiri oleh 400 kota dari berbagai dunia, Phnom Penh mendapat penghargaan First Price of Environment.

Catatan yang bagus juga dikeluarkan dalam laporan tahun 2007 yang menyatakan bahwa keamanan dan kenyamanan sosial di ibu kota negara Kamboja ini telah meningkat dan terjaga dengan baik. Gubernur Phnom Penh juga mengatakan bahwa mereka akan selalu fokus untuk menangani masalah keamanan, narkoba, kualitas makanan, dan masalah besar lainnya.

Hanya sekitar dua jam dari pusat kota untuk mengelilingi daerah sekitarnya, Phnom Penh dan masyarakatnya yang ramah siap untuk menyambut Anda di kota dan negara mereka.

Selamat menikmati liburan yang menyenangkan di Phnom Penh!


Halaman berikut...