Gedung Indonesia Menggugat

Pada awal mulanya, Gedung Indonesia Menggugat bernama Gedung Landraad (Pengadilan Negeri). Gedung ini merupakan saksi sejarah dari peristiwa pengadilan empat tokoh nasional Indonesia yaitu Gatot Mangkoepraja, Soepriadinata, Maskoen, dan presiden RI saat itu, Soekarno pada tanggal 18 Agustus 1930-22 Desember 1930. Saat pengadilan berlangsung, Soekarno membacakan pledooi atau pembelaannya berjudul "Indonesie Klaagt Aan" atau "Indonesia Menggugat" yang ia tulis saat berada di Penjara Banceuy.

Gedung bersejarah ini dijadikan monumen kebudayaan atas prakasa Letjen (Purn.) Mashudi, para aktivis kaum muda, dan Dinas Budaya dan Pariwisata Jawa Barat. Kemudian Gedung Indonesia Menggugat diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 30 Desember 2002. Di dalam gedung terdapat beberapa foto, replika kursi, dan meja ruang pengadilan. Saat ini Gedung Indonesia Menggugat dipakai untuk beragam kegiatan, seperti kegiatan seni, sosial, sastra, dan lainnya.


Lokasi:Jl. Perintis Kemerdekaan No. 5
Biaya masuk:gratis
Jam operasional:setiap hari, pk. 8:00-18:00
Fasilitas:toko buku, kafé, toilet
Fasilitas umum terdekat:ATM, mini market, money changer, gereja
Tempat menarik terdekat:Patung Tentara Pelajar dan Laskar Wanita, Jl. Braga, Museum Militer Mandala Wangsit
Cara menuju ke sana:dari Stasiun Bandung atau St. Hall, naik angkot menuju Dago dan turun di depan Gedung Indonesia Menggugat (tarif: Rp. 2.500 selama 15 menit perjalanan)
Keterangan:untuk kunjungan di atas 50 orang, sebaiknya melakukan konfirmasi terlebih dahulu.

...Gedung Bank Indonesia :Hlmn sebelum ini | Hlmn berikut: Gedung Landmark...